oleh

Penipuan di Prabumulih Bukan Dilakukan Pengurus Apalagi Ketua PROJO

Sebarr.com, Jakarta – Menanggapi berita terkait Salahudin dan istrinya yang dikatakan sebagai Ketua DPC PRJO Prabumulih, yang telah melakukan penipuan kepada masyarakat dengan menjanjikan bisa meloloskan Honorer K2 menjadi CPNS dan kemudian meminta sejumlah uang, merupakan berita yang sangat tendensius dan tidak benar.

Hal tersebut ditegaskan Ketua DPP PROJO Bidang Organisasi, Freddy Alex Damanik, Selasa (5/2/2019). Freddy menegaskan, Salahudin sejak akhir November 2018 sudah diberhentikan sebagai pengurus PROJO lantara dirinya tidak menjalankan amanat Rakernas dan Instruksi DPP PROJO.

“Kami juga banyak menerima informasi dari masyarakat mengenai tindak tanduk saudara Salahudin yang tidak sejalan dgn prinsip prinsip organisasi. Kemudian melalui keputusan DPP PROJO akhir November 2018 saudara Salahudin telah diberhentikan sebagai Ketua DPC Projo Prabumulih,” tegasnya.

“Dan kami menegaskan perbuatan Salahudin tidak ada kaitannya dengan PROJO sama sekali, berita ini sepertinya sengaja di viralkan oleh pihak lawan politik di tengah sedang ramainya kontestasi pemilihan presiden 2019 untuk mendiskreditkan PROJO sebagai organisasi militan pendukung Jokowi,” ungkap Freddy.

“Masyarakat sekarang sudah pintar, mereka tau mana yang benar dan mana tidak benar, jadi cara-cara seperti ini tidak akan efektif untuk menggerus elektabilitas Jokowi.” paparnya.

Sebagaimana diketahui, Salahudin dan istrinya Retno Purwanti warga Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur, Senin (28/1) ditangkap jajaran Polres Prabumulih karena melakukan tindak pidana penipuan sebesar Rp 595 juta.

Bahkan penyidik Reskrim Polres Prabumulih akan mengenai Salahudin dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

 

ODDY KARAMOY

Facebook Comments

News Feed