oleh

Top! Pencapaian Kartu Indonesia Pintar Sudah Mencapai 100%

-Nasional-522 views

Sebarr.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) yang digelar mulai 11-14 Februari 2019 di kantor Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat. RNPK ini direncanakan dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada Selasa 12 Februari 2019.

Tahun ini penyelenggaraan RNPK mengangkat tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Sejumlah isu strategis akan dibahas dalam RNPK tahun ini seperti: penataan dan pengangkatan guru, revitalisasi pendidikan vokasi, sistem zonasi pendidikan, pemajuan kebudayaan dan penguatan sistem perbukuan dan penguatan literasi.

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemdikbud, Ananto Kusuma Seta, yang juga Ketua Steering Committee RNPK 2019 berharap dengan diselenggarakannya RNPK dapat membangun sinergi pusat dan daerah serta masyarakat untuk menyukseskan program-program prioritas sebagaimana tertuang dalam Nawa Cita, sekaligus merumuskan rancangan kebijakan pendidikan dan kebudayaan tahun 2020,”

Melalui RNPK ini juga, ia berharap antar pihak terkait dapat berbagi pengalaman dan informasi terkait praktik baik serta permasalahan yang dihadapi dalam mengelola pendidikan dan kebudayaan serta bersama-sama merumuskan solusi yang dapat diadopsi oleh pihak-pihak terkait.

“Penyelenggaraan RNPK ini menjadi wadah dan upaya meningkatkan kerja sama berbagai pihak untuk bersama-sama membangun dan memajukan pendidikan dan kebudayaan,” tutur Ananto.

Pencapaian KIP Hampir 100%

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang hadir dalam soft opening Pameran RNPK 2019, Senin (11/2/2019), terlihat mengunjungi stan-stan karya siswa siswi dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir juga Sekretaris Jenderal Kemdikbud Didik Suhardi serta jajarannya Kemdikbud lainnya.

Mendikbud mengatakan, pencapaian Kartu Indonesia Pintar (KIP) saat ini hampir mencapai 100% yaitu sebanyak 17,9 juta penerima. Selain pencapaian yang sudah cukup baik, penggunaan KIP juga semakin baik dengan sistem kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Saat ini, sudah 80% penggunaan KIP dengan sistem ATM. Dengan begitu, KIP tidak lagi sebagai kartu identitas penerima namun dapat juga digunakan untuk mengambil uang.

“KIP sudah sangat baik karena pencapaian sudah hampir 100 persen. Sekarang sudah 80 persen menggunakan sistem kartu ATM, dengan ini penerima KIP bisa mengambil tidak sekaligus tapi bertahap, bahkan untuk SMA dan SMK bisa untuk menabung, pas kebetulan mendapat rezeki,” ujar Muhadjir.

Selain itu, sambung Muhadjir, kemudahan KIP lainnya yaitu dana dapat diambil melalui bank-bank, ATM serta agen Laku Pandai yang tersebar diberbagai tempat. “Penerima KIP bisa ambil di agen-agen Laku Pandai tersebut dan tidak dikenakan biaya,” tambahnya.

Daerah Dukung KIP Dilanjutkan

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendukung pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP). Hal tersebut diutarakan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Mohammad Solihin.

“Pemberian bantuan melalui PIP harus dipertahankan dan terus berlanjut karena dirasa sangat membantu, khususnya bagi siswa yang tidak mampu,” ujarnya.

PIP yang menjadi salah satu program prioritas Kemdikbud, menurutnya, memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. Banyak siswa tidak mampu dapat bersekolah dengan memanfaatkan dana PIP yang diberikan dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar. Pada tahun 2018, sebanyak 171.627 siswa di Kabupaten Sukabumi telah menerima bantuan KIP.

Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), KIP diberikan kepada 129.883 siswa, sedangkan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 41.744 siswa telah menerima KIP.

Selain itu, KIP juga diberikan kepada siswa di sekolah terbuka. “Siswa yang ada di sekolah terbuka sangat terbantu dengan KIP karena lokasi sekolah mereka di daerah terpencil, sehingga mereka terbantu jika ingin mengakses sekolah induk yang jaraknya cukup jauh dari sekolah mereka,” tutur Solihin.

Dengan adanya KIP, sambung Solihin, banyak siswa yang terbantu. Salah satunya dirasakan oleh Apriansah, siswa kelas IX SMPN 4 Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Siswa yang bercita-cita melanjutkan usaha bengkel ayahnya tersebut, merasa sangat terbantu dengan adanya KIP.

“Alhamdulillah saya sangat senang dengan adanya bantuan PIP, jadi lebih rajin dan semangat sekolah,” kata Apri.

Ia menambahkan, tahun ini menjadi tahun kedua baginya sebagai menerima bantuan dana manfaat KIP. “Saya sudah menerima dua kali bantuan PIP, sejak kelas VIII. Setiap bantuan saya menerima Rp750.000,“ tutur Apriansah.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Erni Karisman, siswi kelas VI SDN Sukamanah 1 Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Erni mengaku sudah menerima bantuan KIP sebanyak empat kali.

“Senang sudah dapat bantuan empat kali. Terima kasih sudah membantu anak saya supaya tetap bisa sekolah. Bantuan ini saya gunakan untuk keperluan sekolah. Uangnya dipakai untuk beli seragam sekolah, sepatu, dan keperluan sekolah lainnya”, terang Hoerudin, ayah Erni.

Seperti diketahui, KIP merupakan bantuan yang diberikan Pemerintah kepada siswa miskin untuk membiayai kebutuhan personalnya guna mendukung keberlanjutan pendidikannya. Bantuan PIP dimulai sejak tahun 2014 dengan jumlah dana yang disalurkan sebesar Rp4,3 triliun. Hingga Desember 2018 dana KIP yang telah disalurkan sebesar Rp42,8 triliun. Bantuan tersebut bertujuan untuk menghindari anak putus sekolah, dan menarik anak yang sudah putus sekolah untuk kembali bersekolah. (okz)

News Feed