oleh

Jokowi Dipastikan Akan Lebih Tegas Terhadap Kapal Pencuri Ikan

Sebarr.com, Jakarta – Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan lebih tegas menindak kapal pencuri ikan jika kembali terpilih di Pilpres 2019. Penindakan terhadap pelanggaran bertujuan menegakkan kedaulatan Indonesia.

“Operasi illegal fishing harus lebih kencang lagi. Kapal yang sudah ditenggelamkan per 2018 ada 428 kapal, kapal illegal fishing yang ditangkap 76. Itu jelas buat saya pribadi setuju karena illegal fishing sangat merampok ekosistem laut,” ujar Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Roosdinal Salim dalam diskusi “Menakar Komitmen Capres 2019-2014: Masihkah Menjadi Poros Maritim Bangsa” di D Lab, Jl Riau, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Jokowi menurutnya menegaskan aturan mengenai batas laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Karena itu, kapal pencuri ikan disebut Roosdinal, ditindak.

“Untuk itu penurunan pelanggaran kedaulatan mairitm itu menjadi penting agar Zona Ekonomi Eksklusif itu betul-betul terpegang. Kita sudah mengatakan dalam hukum internasional itu ZEE Indonesia segini ‘you cross the border i kill you‘ bahasa kasarnya,” tegas Roosdinal.

Menurutnya, program yang sudah berjalan di bidang kemaritiman dipastikan akan ditingkatkan lagi. Tapi selain itu, Jokowi disebut Roosdinal ingin juga kesadaran masyarakat untuk menjaga laut ditingkatkan.

“Yang pasti makin dikuatkan. Karena yang sudah dijalankan 2014-2019 sudah on the right track tapi kita betul-betul jangan sebagai negara kita dilecehkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Dewan Presidium Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Sukarman mendukung semangat penghapusan illegal fishing. Namun dia meminta agar pemerintah menyediakan solusi yang lebih baik terkait pengunaan alat tangkap yang tak ramah lingkungan.

“Semangatnya menghapus illegal fishing harus diapresiasi, tapi evaluasi yang harus dilakukan ke depan berkaitan dengan secara de facto banyak yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti cantrang. Tapi ketika diatur secara tegas belum disiapkan skema perubahan alat tangkapnya itu akan terus terjadi,” tandas Sukarman.

Facebook Comments

News Feed