oleh

TKN Jokowi-Ma’ruf: Sungguh Lucu dan Tidak Masuk Akal Kasus Slamet Ma’arif Dihentikan

Sebarr.com, Jakarta – Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan mempertanyakan keputusan penyidik terkait penghentian kasus Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma’arif.

Ade Irfan-pun mengaku, pihaknya ingin mendengarkan sacara langsung alasan penyidik tentang penghentian kasus dugaan pelanggaran pemilu. Padahal, status Slamet sudah jadi tersangka.

“Nah, saya sudah coba koordinasikan sama teman-teman TKD direktorat hukum Kota Solo untuk menanyakan langsung kepada pihak penyidik kepolisian tentang berita ini,” kata Ade Irfan dilansir Okezone, Selasa (26/2/2019).

“Karena kita kan belum mendapatkan langsung kebenaran tentang informasi ini ya. Misalnya apa alasan pihak kepolisian menghentikan masalah ini, karena Pak Slamet itu sudah menjadi tersangka,” sambung Ade Irfan.

Ade Irfan menilai, penghentian kasus ini ‘tidak masuk akal, lantaran Slamet Ma’rif sudah menjadi tersangka dan telah dipanggil secara resmi sebanyak dua kali. Hal itu dianggapnya membuat preseden penegakan hukum jadi buruk.

“Padahal pihak kepolisian sudah 2 kali memanggil Pak Slamet sebagai tersangka tapi tidak hadir, tapi kok malah muncul berita kalau dihentikan, nah ini kan sangat, bagi kami sangat tidak masuk akal, sangat luculah,” cetus Ade Irfan.

“Saya tidak menginginkan proses penegakan hukum ini yang tengah berjalan itu menjadi preseden buruk bagi proses penegakan hukum, khususnya di pidana pemilu. Kalau ada alasan-alasan yang cukup logis atau masuk akal yang disampaikan pihak kepolisian tentang penghentian ini, ya kita terima,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, dasar penetapan tersangka adalah Slamet diduga melakukan tindak pidana pemilu dengan melanggar Pasal 280 Ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dugaan tindak pidana pemilu itu disebut dilakukan Slamet dalam acara Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya, di Jalan Slamet Riyadi, depan kantor BCA KCU Solo-Slamet Riyadi, Gladak, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, pada Minggu 13 Januari 2019 Pukul 06.30-10.30 WIB.

Facebook Comments