oleh

Mendes: 4 Tahun Dana Desa, Serapan Meningkat & Pembangunan Masif

Sebarr.com, Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menutup kegiatan Rapat Kerja Pemerintahan Desa se-Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Selasa (5/3/2019).

Rapat kerja pemerintahan desa tersebut dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau, seluruh kepala desa, perangkat desa, pendamping desa, unsur muspida kepulauan riau, dan sejumlah perwakilan dari pemerintah kabupaten dan kota serta pihak terkait lainnya.

Dalam arahannya, Menteri Eko menyampaikan terkait program dana desa yang dinilai dalam pelaksanaannya oleh pemerintah desa telah berhasil dalam meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan di desa.

“Tata kelola Dana Desa terus membaik. Hal ini bisa dilihat dari penyerapan Dana Desa yang juga terus meningkat. Apalagi, desa-desa di Indonesia telah mampu membangun infrastruktur dasar dalam jumlah yang sangat besar dan masif, yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar dan juga untuk membantu kegiatan ekonomi di desa,” katanya.

Berdasarkan data Kemendes PDTT, penyerapan dana desa terus meningkat setiap tahunnya.

Pada tahun 2015, penyerapannya 82 persen dari yang digelontorkan sebesar Rp20,67 triliun, lalu tahun 2016 naik menjadi 97 persen dengan gelontoran dana desa sebesar Rp46,98 triliun, kemudian pada tahun 2017 naik lagi menjadi 98 persen dengan dana desa sebesar Rp60 triliun, dan tahun lalu penyerapannya sudah di atas 99 persen dengan kucuran dana desanya sebesar Rp60 triliun.

Begitu juga dengan capaian pembangunan infrastruktur yang begitu masif selama empat tahun.

Data Kemendes PDTT mencatat telah terbangun sarana dan prasarana penunjang aktifitas ekonomi masyarakat, seperti 1.140.378 meter jembatan, 191,699 kilometer jalan desa, 8.983 unit pasar desa, 37.830 unit BUMDes, 4.175 unit embung desa, 58.931 unit sarana irigasi, serta sarana-prasarana penunjang lainnya.

Selain itu, dana desa juga telah turut membangun sarana prasarana penunjang kualitas hidup masyarakat desa melalui pembangunan 959.569 unit sarana air bersih, 240.587 unit MCK, 9.692 unit Polindes, 50.854 unit PAUD, 24.820 unit Posyandu, serta 29.557.922 unit drainase.

“Banyak dampak dari adanya program dana desa. Dana desa menjadi salah satu faktor dalam mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, mengurangi angkat stunting, mengurangi desa tertinggal, meningkatkan desa menjadi berkembang dan mandiri, mengurangi angka pengangguran, dan masih banyak dampak lainnya. Tentunya itu semua berkat kerja keras dari semua pihak baik dari pemerintah daerah maupun pemerintahan desa yang telah bekerja keras dalam memastikan program dana desa maupun program kementerian lainnya berjalan dengan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut Menteri Eko pun menyarankan terkait prioritas penggunaan dana desa yang pada tahun 2019 untuk lebih difokuskan pada pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa.

Apalagi, kata dia, Kepulauan Riau memiliki potensi dari kekayaan alamnya dengan sejumlah pulau-pulau yang terlihat eksotis sehingga bisa mendatangkan pendapatan yang besar dari sektor pariwisata.

“Kepulauan Riau ini bagus, memang kalau difokuskan untuk infrastruktur itu nggak akan pernah ada cukupnya, jadi saya sarankan untuk pemberdayaan ekonomi supaya kemampuan desa untuk membangun infrastruktur dengan income-nya bertambah bisa lebih kuat lagi karena potensinya sangat besar,” jelas Menteri Eko.

Jadi, lanjutnya, kalau ekonominya berhasil, maka desa terserah mau bikin apa, karena desa tersebut sudah punya dana sendiri.

“Saya yakin, Kepulauan Riau akan menjadi salah satu daerah maju di dunia dengan perekonomian yang tumbuh dari sektor wisata. Karena Kepulauan Riau ini mempunyai modal yang sangat kuat dari pariwisata,” tandas Menteri Eko. (des)

Facebook Comments

News Feed