oleh

Sindiran Telak Jokowi: Teriak Pasal 33 UUD Tapi Kuasai Lahan 5 Kali DKI Jakarta

Sebarr.com, Jakarta – Jangan sampai ada yang teriak-teriak pesimisme lagi. Jangan juga ada yang teriak-teriak pasal 33, pasal 33, jangan sampai ada lagi yang teriak-teriak 1% menguasai 90% aset. Tapi dia sendiri memiliki 5 kali provinsi Jakarta lahannya. Hal ini disampaikan Jokowi saat menghadiri deklarasi Alumni Jabar Ngahiji di Monumen Perjuangan, Bandung, Minggu (10/3/2019).

Sindiran tersebut diungkit kembali karena Jokowi sering mendengar nada-nada mengenai adanya segelintir orang yang menguasai aset di Indonesia dengan porsi yang besar.

Awalnya, Jokowi menyebutkan bahwa banyak tokoh besar negara yang mengemban pendidikan di Kota Kembang. Mulai dari Soekarno, BJ Habibie, dan Megawati.

“Saya meyakini dengan optimisme, saya meyakini bukan pesimisme kita akan bersama-sama membawa negara ini maju,” ujar dia.

Jokowi mengaku banyak yang menuding dirinya telah melakukan kegiatan yang tidak produktif dengan membagi-bagikan sertifikat dan lahan perhutanan sosial kepada masyarakat.

Menurut Jokowi, program pemberian sertifikat tanah dan perhutanan sosial merupakan hal yang legal dan tidak masalah, selama lahan negara tersebut dapat memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat yang mendapatkannya.

“Tapi kalau lahannya 5 kali lipat lebih dari Provinsi Jakarta, 5 kalinya Jakarta lahan itu. Justru saya yang dituding-tuding, wong saya ini berikan konsesi, memberikan hutan sosial, membagikan sertifikat kepada rakyat kok katanya tidak berguna, tidak bermanfaat,” ungkap dia.

Lebih lanjut Jokowi mengungkapkan, selama empat tahun memimpin Indonesia telah ada sekitar 16 juta sertifikat lahan yang diterbitkan, serta 2,6 juta hektare perhutanan sosial yang dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kok dibilang katanya tidak bermanfaat. Apa penginnya semua diberikan kepada yang gede gede saja?” jelas Jokowi.

Facebook Comments

News Feed