oleh

Agum Gumelar: Dari 31 Mantan Danjen Kopassus Cuma Prabowo yang Dipecat

Sebarr.com, Jakarta – Jelang pilpres 2019 kasus pelanggaran HAM kembali muncul di berbagai media sosial.

Video soal pemecatan calon presiden nomor urut dua Prabowo dari TNI tersebar luas di berbagai WAG.

Dalam video berdurasi 8:52 detik,  yang diterima Redaksi, Minggu (10/3/2019), Jenderal Purnawirawan Agum Gumelar membeberkan peristiwa pemecatan Prabowo Subianto dari TNI.

“Surat Rekomendasi DKP ditandatangani oleh Ketua Dewan Kehormatan Perwira Jenderal TNI Subagyo Hadi Siswoyo, Sekretaris Letjen TNI Djamari Chaniago, Wakil Ketua Letjen TNI Fahrul Razi, anggota Letjen Susilo Bambang Yudhoyono, dan anggota Letjen Yusuf Kartanegara, Agum Gumelar juga tanda tangan. Isinya adalah sederet pelanggaran Prabowo dan menutup dengan rekomendasi pemecatan dari TNI,” kata Agum dalam video tersebut.

Rekomendasi tersebut setelah anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) menyelidiki kasus ham berat. Setelah sebulan lebih melakukan pendalaman dan memeriksa, Prabowo terbukti telah melakukan pelanggaran HAM berat.

Karena saya Mantan Danjen Kopassus juga, maka saya lakukan pendekatan dari hati ke hati dengan tim mawar.

Setelah melakukan pendekatan dari hati ke hati, baru saya tahu bagaimana orang-orang itu dan dimana dibuangnya saya tahu betul.

“Saya tahu betul,” kata Agum mengulangi.

Jadi sambung Agum, DKP dengan hasil temuan seperti itu merekomendasikan kepada panglima TNI untuk memberhentikan Prabowo Subianto diberhentikan dari dinas militer.

“Itu fakta yang tak bisa dihapus. Siapa yang bisa menghapus ini. Ini fakta bukan black campaign. Dari 31 Komandan Jenderal Kopassus sampai saat ini, cuma satu yang diberhentikan dari dinas militer,” tegas Agum.

“Kenapa lupa semua, bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenali sejarah bangsa ini. Satu kesatuan yang besar kopassus dimana anggotanya mengerti sejarahnya kopassus. Dari 31 komandan jenderal kopassus, cuma satu yang diberhentikan dari dinas militer, kok lupa,” kata Agum mengulangi.

Facebook Comments

News Feed