oleh

Lagi, Panglima TNI Ingatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Kunci Keutuhan NKRI

Sebarr.com, Jakarta – Negara Indonesia adalah negara besar. Oleh karena itu, kebersamaan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah kunci untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut tegaskan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di hadapan sekitar 1.850 jamaah terdiri dari para alim ulama, pimpinan, dan pengasuh pondok pesantren serta santri dan santriawati, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kautsar Al Akbar, Medan, Sumatra Utara, ditulis Kamis (14/3/2019).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa negara Indonesia wilayahnya sangat luas, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dan penuh dengan sumber daya alam yang melimpah, di mana di dalamnya terdapat bermacam-macam suku dan agama serta kaya dengan berbagai budaya yang indah.

“Hanya dengan pendidikan yang maju pula, kita dapat menjadi bangsa terkemuka dan maju. Oleh karena itu, kita harus mengisi ilmu dengan cara belajar untuk mengelola wilayah negara Indonesia yang luas ini,” ujarnya.

Panglima TNI menuturkan bahwa Pondok Pesantren adalah tempat samuderanya ilmu dan bukan hanya mengajarkan pengetahuan agama.

“Ilmu-ilmu pengetahuan lain juga sangat penting dan berguna untuk membangun negeri ini,” katanya.

Di sisi lain, Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini berita maupun informasi yang tidak bertanggung jawab (hoax) hampir setiap hari diterima.

“Kadang-kadang kita sendiri juga menjadi orang yang berkontribusi untuk menyampaikan berita tersebut, karena ingin menjadi citizen journalist atau pewarta warga. Untuk itu, kita tidak boleh menerima berita-berita dengan mudah tanpa didukung fakta dan data yang akurat,” imbau Panglima TNI.

Menurutnya, pada zaman dulu perang antarnegara menggunakan kekuatan bersenjata. Masuk generasi kedua juga menggunakan kekuatan bersenjata. Namun, saat ini perang menggunakan informasi.

“Mari kita sama-sama menjaga keutuhan NKRI dengan tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax. Cerdas untuk dalam menyikapi berita tersebut,” tandas Panglima TNI. (tni)

Facebook Comments

News Feed