oleh

Kaum Milenial Diminta Wapadai Paham Radikalisme

Sebarr.com, Solo – Generasi milenial diminta waspada dan tidak terjebak ajakan atau hasutan dari suatu kelompok radikal. Terlebih memasuki tahun politik seperti saat ini, di mana generasi milenial dituntut berpikir cerdas dan juga bijak agar tidak mudah terprovokasi.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Aswaja Nusantara Yogyakarta, Muhammad Mustafid, hasutan oleh kelompok radikal dinilai berpotensi memecah belah bangsa dan mengancam ideologi Pancasila yang dijunjung Indonesia.

“Saya sampaikan hal itu pada generasi milenial saat acara dialog publik yang digelar Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAMI) kemarin,” ujar Mustafid, Kamis (14/3/2019).

Kewaspadaan kaum milenial terhadap gerakan kelompok radikalisme di musim politik dikhawatirkan akan mengancam NKRI. Kaum milenial, mereka menjadi sasaran untuk disususpi pemahaman radikal.

“Kaum milenial kebanyakan anak muda yang masih mencari jati diri. Sehingga generasi milenial harus tahu dan waspada,” ucapnya lebih lanjut.

Dia menambahkan, kelompok radikal ingin membentuk kepemimpinan global yang dipimpin oleh kalifah. Padahal paham tersebut tidak diterapkan di Indonesia dan jelas bertentangan dengan Pancasila.

“Ideologi bangsa Indonesia Pancasila sudah sesuai dengan masyarakat kita. Menurut saya Pancasila sudah sesuai dengan Islam, karenanya tidak diperlukan perubahan ideologi seperti yang disebarkan oleh kelompok radikal karena berpotensi menyebabkan perpecahan,” tukasnya.

Sementara Dosen kajian Islam UIN Sunan Kalijaga M Yaser Arafat mengatakan, perlu dilakukan antisipasi agar paham radikal tidak masuk ke golongan milenial.

“Kita beri pahamaan melalui penerjemahan agama yang bisa diterima dikalangan milenial (tidak kaku), namun demikian isi terjemahan juga tidak dangkal baik delivery hingga teknologi yang digunakan,” tandas Yaser.

Facebook Comments