oleh

Tulisan Ini Bukan Contoh Spanduk, Benaran Caleg Jadi Perhatian Warga DIY

Sebarr.com, Jakarta – Para calon anggota legislatif dalam pemilu 2019 berlomba-lomba menarik perhatian publik dengan cara dan gaya yang berbeda-beda.

Hampir setiap sudut jalan di kota mau pun di desa terpampang berbagai alat peraga seperti baliho, spanduk, bendera dan juga stiker.

Ada yang memasang foto caleg terbalik, ada juga yang menggunakan kata-kata yang nyeleneh di dalam spanduk.

Hal ini juga dilakukan oleh Caleg DPR RI dari Partai Demokrat dengan Dapil DIY Nomor urut 6, Ivo Yunike Sariani Siregar. Ivo memasang sejumlah spanduk yang bertebaran di wilayah Gunungkidul dengan kata-kata yang sedikit dianggap nyeleneh. “Ini Bukan Contoh Spanduk Benaran Caleg”

Jika caleg-caleg lain fokus pada gambar calon maupun angka, Ivo lebih memilih spanduk dengan berbagai macam tema tulisan unik. Tema yang diterapkan ini jauh lebih sederhana dan tidak begitu formal sehingga dianggap dapat lebih mudah dicerna oleh masyarakat.

“Konsep dalam menarik simpatisan memang berbeda dibandingkan dengan caleg-caleg lainnya. Ada pertimbangan khusus dalam menerapkan tema yang berbeda itu, diantarannya kondisi masyarakat yang semakin ke sini memiliki kesadaran berpolitik yang meningkat dan jenuh dengan hal-hal yang formal,” jelas Ivo dalam rilis yang diterima Redaksi, (17/3/2019).

Timnya sambung Ivo menjelaskan, hanya memasang spanduk yang menuliskan nama Ivo Yunike Sariani Siregar beserta nomor urut 6 sebagai nomor urutnya dan lambang partai Demokrat. Tidak ada foto dirinya yang terpasang dalam spanduk tersebut, kemudian tertulis pula misi rakyat harus sejahtera.

“Iya memang agak berbeda dengan caleg lain yang saya terapkan. Agar masyarakat tidak jenuh di setiap tahun politik hanya seperti ini saja,” kata Ivo Siregar.

Menurutnya, ada beberapa segmen pasar pemilih yang ia bidik dengan pemasangan spanduk-spanduk kampanyenya ini. Diantaranya adalah kaum muda dan kaum milenial. Dengan segala akses informasi yang bisa didapat oleh kaum ini, menurut Ivo mereka bisa saja bosan dan tak terlalu menganggap spanduk atau baliho yang relatif seragam. Namun dengan spanduk yang bisa dibilang unik ini, perhatian kamu muda dan milenial bisa didapatkan.

Di sisi lain ia juga ingin kerja nyata dimana mengkampanyekan diri semampu dan sesederhana mungkin serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Pada spanduk saya memang terkesan biasa, tapi mengandung makna dan pesan moral yang sesuai,” imbuh dia.

Menurutnya berpolitik yang serius memang perlu dilakukan sebagai bentuk kesiapan dan keseriusan terjun di dunia politik. Akan tetapi juga harus memperhatikan kondisi masyarakat dan menyesuaikan dengan perkembangan kultur yang ada di daerah masing-masing. Pendekatan yang santai dalam menjaring aspirasi masyarakat dan penyampaian visi misi yang tidak berbelit jauh akan mudah dicerna oleh masyarakat.

Selain kaum muda dan milenial, segmen yang ia bidik adalah kaum perempuan di seluruh DIY. Hal ini karena keterlibatan kaum ibu-ibu dalam berpolitik masih sangat minim. Pengetahuan berpolitik yang masih belum maksimal serta perempuan yang masih dianggap belum mumpuni dalam segala hal membuatnya teguh untuk memperjuangkan kesetaraan kaum perempuan.

Ivo sendiri pada tahun 2004 lalu pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif yang duduk di DPRD Kabupaten Sleman. Keterlibatannya dalam berpolitik beberapa tahun terakhir mulai bergeliat, dengan pendekatan pada masyarakat khususnya perempuan dan menggunakan terobosan-terobosan baru dalam berfikir dan membaca kondisi.

Facebook Comments

News Feed