oleh

Pengamat: Program OK OCE Gagal, Kok Dijual Lagi?

Sebarr.com, Jakarta – Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai, program OK OCE yang disampaikan calon residen nomor urut 02, Sandiaga Uno dalam debat cawapres semalam, kurang greget dan tak layak dinaikkan ke tingkat nasional. Program itu disebutnya tak menurunkan angka pengangguran secara maksimal.

Begitu pula, sambung Jerry, rumah siap kerja, 2 juta lapangan kerja. Menurut Jerry, hal yang utama yang sepatutnya disampaikan dalam debat adalah memperkuat IPM (indeks pembangunan manusia) kita terlebih dulu atau human recources (sumber daya manusia).

“Untuk rumah siap kerja seperti apa karena ini perlu dikaji, jangan cuma program without action. Nah pelayanan satu pintu dan bisa bergabung dengan OKE OCE menurunkan pengganguran 20 ribu di 2018. Pelayanan one stop service itu bagus tapi bagaimana birokrasi di dalamnya. Harus juga etos kerja mereka ditingkatkan,” ujarnya.

Paling tidak tutur Jerry, program lain yang lebih berkualitas yang semestinya ditawarkan. Apalagi saat ini harus mengikuti era industri 4.0 yang berbasis IT.

“Agar selling power and buying power (daya jual dan daya beli) meningkat maka perlu diperkuat ekonomi lokal dan kreatif,” kata dia.

Jerry juga mempertanyakan pernyataan Sandi terkait kampanyenya ke 1.500 kota dalam 7 bulan.

Bagi Jerry, agak bingung juga antara waktu dan tempat. Barangkali kata dia, lewat di 1.500 tempat bisa, tapi langsung bertemu warga paling tidak sulit tercapai.

“Untuk program Sandi dengan menggunakan satu kartu single identified number, maka saya setuju. Ini seperti di Amerika hanya menggunakan 1 kartu yakni social security number (SSN). Jadi semua data sudah ada dalam kartu ini,” tandasnya.

Facebook Comments