oleh

BPN Ancam Lembaga Survei yang Menangkan Jokowi Selisih 20 Persen, Anggota Dewan Persepsi: Emangnya Dia Tuhan

Sebarr.com, Jakarta – Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) menanggapi BPN Prabowo-Sandiaga yang akan menuntut lembaga survei yang menyajikan hasil survei berbeda dengan hasil Pilpres 2019. Persepi menilai orang yang menyampaikan ancaman itu sebagai pihak yang tak mengerti ilmu tentang riset.

“Inilah akibatnya kalau orang berkomentar nggak punya Ilmu yang memadai tentang riset,” kata anggota Dewan Etik Persepi, Hamdi Muluk, kepada wartawan, Jumat (22/3/2019).

Hamdi menjelaskan survei yang dilakukan sebelum hari H pencoblosan hanya sebatas perkiraan. Prediksi itu dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah data yang bisa dipakai sebagai indikator dan variabel tertentu.

“Yang namanya survei pra-Pemilu itu pada hakekatnya baru sebatas perkiraan, prediksi dengan mengumpulkan sejumlah data yang bisa dipakai sebagai indikator yang bisa mempengaruhi orang untuk memilih: misal penilaian terhadap rekam jejak kandidat, kepuasan terhadap kinerja kandidat, atau kedekatan dengan partai, faktor demografi, sikap-sikap politik, dan prediktor-prediktor lain,” ujar Hamdi.

Hamdi pun mempertanyakan jika ada pihak yang akan menuntut lembaga survei jika hasilnya berbeda dengan pilpres 2019. Menurut dia, tak ada yang bisa menjamin pendapat masyarakat tidak berubah selama pengambilan data survei sampai pelaksanaan pencoblosan.

“Jadi ancaman; kalau nanti 17 April tidak beda 20% nanti akan dituntut. Ini statement apa? Siapa yang bisa jamin pendapat masyarakat tidak berubah?. Satu bulan ini masih bisa terjadi macam-macam hal yang bisa merubah arah opini publik. Siapa yang bisa jamin? Jadi statement-nya Andre ini berbahaya: tidak ada dasar ilmiahnya. Memang dia TUHAN yang bisa menjamin hasil suatu kejadian: persis seperti yang kita mau?. Yang namanya survei pra-pemilu sehebat apapun, levelnya tetap PERKIRAAN, PREDIKSI,” imbuhnya.

Sebelumnya, jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, mengatakan pihaknya akan mencatat lembaga-lembaga survei yang memenangkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dengan selisih di atas 20 persen dalam hasil surveinya. BPN akan menuntut lembaga survei tersebut jika hasilnya tidak sama dalam Pilpres 2019 nanti.

“Kita catat seluruh lembaga survei yang bilang Pak Jokowi menang di atas 20 persen. Kalau nanti nggak sama di atas 20 persen, kita tuntut mereka,” kata Andre Rosiade usai menghadiri rilis survei Indo Barometer di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/3).

Facebook Comments

News Feed