oleh

Relawan Poros Benhil di Belanda Tuntut Tambahan Waktu Untuk Nyoblos

-Nasional-97 views

Sebarr.com, Jakarta – Koordinator LN Belanda Poros Benhil, Rina Elfisita menyayangkan ketidaksiapan panitia PPLN Belanda yang gagal menampung keseluruhan pemilih yang sudah antri berjam-jam. Pasalnya, WNI rela mengantri 5 jam ditengah suhu dingin minus 2 derajat celcius.

Rina mengungkapkan, banyak orang tua maupun ibu-ibu membawa anak-anak yang tidak kuat menahan dingin dan hujan es yang menusuk sampai ke tulang sum-sum sehingga banyak WNI yang sudah datang ke TPS terpaksa balik pulang.

“Sangat disayangkan juga, Pantia tidak menyediakan tenda, mesin pemanas dan snack serta toilet buat WNI Belanda yang antri berjam-jam berada diluar menunggu giliran pendaftaran,” ungkap Rina.

“Demi melindungi hak suara WNI di Belanda sebagaimana tertuang pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu telah menjamin hak pilih setiap warga negara dalam pemilihan umum,

Kami dari relawan Poros Benhil menuntut agar Panitia PPLN Belanda untuk memberikan ruang dan waktu kembali kepada WNI yang datang pada tanggal 13 April 2019 kemarin di Den Haag yang tidak sempat mengunakan hak suaranya karena antrian panjang dan cuaca dingin supaya diberikan waktu dan ruang kembali untuk bisa mengunakan hak suaranya pada tanggal 17 April 2019 sebelum penghitungan suara,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, ribuan WNI yang datang dari berbagai pelosok daerah di Belanda antri berjam-jam untuk bisa mencoblos di TPS yang ditempatkan di Sekolah Indonesia yang ada di Den Haag.

Diperkirakan lebih kurang seribu orang dari 11.744 orang terdaftar DPTLN Belanda tidak bisa menyalurkan hak suaranya setelah antri berjan-jam meski sudah disediakan 5 TPS dan dibuka dari jam 09.00 CET.

Dibalik keberhasilan panitia PPLN Den Haag 2019 bahwa partisipasi pemilih pada pemilu 2019 meningkat drastis dibandingkan 2014 dimana Tahun 2014, partisipasi warga dalam Pilpres yang datang ke TPS sebanyak 2.328 orang, sementara tahun 2019 sebanyak 4.530 orang. Itu berarti meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan Pilpres 2014.

Facebook Comments