oleh

Pentolan Timses Prabowo-Sandi Se-Kepulauan Nias Terjaring OTT Politik Uang

Sebarr.com, Nias – Polres Nias bersama-sama dengan Bawaslu Kota Gunungsitoli melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dugaan politik uang yang melibatkan caleg Partai Gerindra atas nama Damili R Gea SH, M.Si.

Polisi berhasil menangkap empat orang yang menjadi tim sukses (timses) seorang calon anggota DPRD di Nias pada Selasa (16/4/2019) dini hari.

Damili R Gea merupakan caleg untuk DPRD Provinsi Sumatera Utara. Ia berada di Dapil 8 yang meliputi Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat, dan Kabupaten Nias Selatan.

Damili juga tercatat sebagai Ketua Tim Pemenangan Capres-Cawapres No 02 Prabowo-Sandi se-Kepulauan Nias.

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan membenarkan OTT tersebut. Aksi penindakan itu terjadi pada Selasa (16/4/2019) sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Sirao No. 07, yang merupakan Posko Relawan Caleg DPRD Provinsi Sumut Dapil 8 Kepulauan Nias dari Partai Gerindra No urut 5 atas nama Damili R Gea.

“Benar ada kita amankan empat orang laki-laki dalam kejadian OTT tadi pagi,” kata Deni via telepon seluler, Selasa (16/4/2019).
Deni menjelaskan, terbongkarnya dugaan money politics ini berawal dari informasi masyarakat.

Personel Satreskrim Polres Nias kemudian melakukan penyelidikan di lapangan.

Informasi itu rupanya benar. Polisi mendapati adanya aktivitas yang tidak wajar di Posko Relawan Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Partai Gerindra No urut 5 atas nama Damili R Gea.

Personel Satreskrim Polres Nias kemudian koordinasi dengan Bawaslu Kota Gunungsitoli.

Tak lama berselang, petugas melihat ada dua orang berboncengan sepeda motor keluar dari Posko tersebut.

Polisi pun membuntuti dan menghentikan motor tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.

“Sesampainya di simpang Jalan Sisingamangaraja simpang Tandrawana, sepeda motor tersebut diberhentikan dan pengendara disuruh untuk membuka jok sepeda motornya. Ternyata di dalam jok ditemukan 1 blok uang sebesar Rp 20 juta,” katanya.

Belakangan diketahui, kedua orang itu adalah Meliedi Harefa alias Wiwin dan Kesaktian Telambanua alais Kesa.

Menurut Deni, uang yang ditemukan terdiri dari pecahan Rp 20 ribu. Dari penjelasan keduanya, diketahui uang tersebut diambil dari Posko Relawan Caleg Damili R Gea.

Uang itu diserahkan oleh laki-laki bernama Fatolosa Lase alias Ama Eva kepada Meliedi Harefa alias Ama Wiwin.

“Meliedi dan Kesaktian kita amankan dan dibawa ke Posko Relawan Caleg Damili. Kita bertemu Damili dan dia mengakui benar ada menyerahkan uang kepada Fatolosa sebesar Rp 60 juta, untuk keperluan pemilihan dirinya sebagai Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara,” ungkap Deni.

Perburuan pelaku money politics tak berhenti di situ saja. Polisi mengejar Fatolosa dan berhasil mengamankannya.

Fatolosa diamankan saat sedang mengendarai sepeda motor. Dari tangan Fatolosa disita uang tunai sebesar Rp 40 juta.

Fatolosa, saat diinterogasi penyidik, membenarkan telah menerima uang dari Damili.

Uang itu rencananya dipergunakan untuk pemenangan Damili sebagai Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara pada Pemilu tanggal 17 April 2019.

Rencananya uang itu akan dibagi-bagikan kepada pemilih di wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur, yang tercatat memiliki 2.400 mata pilih.

Pengakuan Fatolosa, uang yang akan dibagikan kepada masyarakat bernilai Rp 20 ribu per mata pilih. Sehingga totalnya Rp 48 juta.
Adapun sisa Rp 12 juta adalah uang operasional tim yang bekerja di lapangan.

“Dari posko relawan Caleg Damili, kita dapatkan dokumen tanda terima uang kepada Fatolosa serta catatan jumlah pemilih dan nama pemilih serta foto copy KTP pemilih di setiap desa di Wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur,” terang Deni.

Barang bukti yang diamankan yakni uang sebesar Rp. 60 juta terdiri dari pecahan Rp 20 ribu. Kemudian kwitansi tanda terima uang dan catatan jumlah pemilih setiap desa di wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur.

Termasuk daftar nama-nama pemilih pasti di Kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur.

Polisi juga mengamankan satu laptop merek Acer, 1 printer berwarna hitam, dan 2 unit sepeda motor.

“Untuk keempat laki-laki tersebut beserta barang bukti dibawa ke Polres Nias untuk dilakukan interogasi awal dan selanjutnya akan diserahkan ke Bawaslu Kota Gunungsitoli,” tutup Deni. (trb)

Facebook Comments