oleh

Miris! Caleg Gerindra dan PKS Kena OTT Dugaan Politik Uang

Sebarr.com, Jakarta – Tim Khusus (Timsus) Money Politic Polrestabes Medan, Polsek Medan Baru dan Panwas Kecamatan Medan Baru dikabarkan mengamankan enam orang dari Kantor Sekretariat DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan.

Penangkapan ini diduga berkaitan dengan aktivitas ‘serangan fajar’ atau money politics yang dilakukan untuk memenangkan calon legislatif.

Penangkapan di DPP PKS bermula saat informasi pembagian barang paket handuk dan kartu nama yang diduga dilakukan tim sukses (timses) caleg DPR RI, DPR Provinsi dan Caleg DPR Kota dari PKS, Senin (15/4) malam pukul 23.30 WIB di Kantor PKS di Jalan Sei Beras Medan Baru.

Polsek Medan Baru menerima informasi pembagian suvenir yang ditaruh dalam kertas kresek dan diduga dibagi-bagikan kepada masyarakat untuk memilih salah satu peserta caleg oleh sekelompok orang di daerah Sei Beras.

Petugas yang langsung ke lokasi menemukan sesuai informasi masyarakat juga beserta beberapa kartu nama untuk menyoblos SH, EG, RS dan MH.

Kemudian tim mengamankan enam orang tersebut berikut koordinator lapangan yaitu TW, SR, MP, MRI, AF, MHN semuanya warga Medan.

Tim menyita enam buah handuk serta dua lembar kertas brosur atas nama caleg yang dimasukkan masing-masing ke dalam plastik, 31 lembar brosur atas nama caleg.

Keenamnya telah diserahkan ke Panwascam Medan Baru, Jalan Mandolin. Saat ini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik guna tindak Lanjut selanjutnya.

Ketua Pannwascam Medan Baru Hasudungan Silaen membenarkan telah diamankannya enam timses PKS tersebut. Menurutnya, ada kampanye di masa tenang dengan bagi-bagi handuk dan kartu atasnama Rajudin kepada sekitar 50 orang.

“Ada bagi-bagi tapi bukan dari tangan Rajudin, tapi dari orang lain. Ada contoh beberapa surat suara caleg DPRD dan contoh surat suara DPD. Ini yang dibagi-bagikan. Saya minta tolong jangan dilepas, lalu diperiksa beberapa orang hingga tadi pagi,” kata Hasudungan.

Sebelumnya, Tim Gakkumdu Pekanbaru menangkap empat orang dalam kasus dugaan ‘serangan fajar’ dengan dana disita Rp 506 juta.

“Tim Gakkumdu menangkap keempat pelaku di Hotel Premiere di Jl Sudirman, Pekanbaru. Penangkapan tim ini tadi pukul 13.30 WIB,” kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto seperti dilansir detikcom, Selasa (16/4/2019).

Menurut Santo, informasi awal diterima ketika tim Gakkumdu mendapat informasi akan ada transaksi dana untuk serangan fajar menjelang pencoblosan, 17 April 2019. Tim Gakkumdu terdiri atas Bawaslu menindaklanjuti informasi tersebut.

“Jadi saat ini ada empat orang yang kita amankan dalam dugaan serangan fajar ini,” kata Santo.

Dia menjelaskan keempatnya adalah Fadli Erwan Ibrahim (25) warga asal Kecamatan Petalangan, Kabupaten Pelalawan. Syamsul Anwar (26), warga asal Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Selanjutnya atas nama Fandhi Achmad (26), warga asal Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.

“Satu lagi caleg untuk DPR RI dari Gerindra untuk dapil Riau II atas nama Dyah Ayu Nurani (25). Caleg ini beralamat di Jl DI Panjaitan, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau,” kata Santo.

Barang bukti yang disita dari kamar hotel, lanjut Santo, adalah duit Rp 380 juta dalam tas ransel. Lantas ada Rp 115 juta dibagi dalam 12 amplop.

“Totalnya kita menyita uang dugaan serangan fajar ini sebanyak Rp 506 juta dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Kita juga menyita amplop kosong yang sudah tertulis jumlah uang dan keterangan per kabupaten di Riau,” kata Santo.

Facebook Comments

News Feed