oleh

Jokowi Menang, Rookmaker Sebut Kebijakan Ekonomi Indonesia Akan Fokus pada Stabilitas Makro

Sebarr.com, Jakarta – Direktur Fitch Ratings Thomas Rookmaker menyampaikan bahwa bila perolehan hitung cepat (quick count) terkonfirmasi oleh perhitungan suara resmi, maka kebijakan ekonomi Indonesia kedepannya masih akan fokus pada stabilitas makro.

Quick count beberapa lembaga survei Indonesia mengunggulkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin atas pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Kemenangan petahana Presiden Jokowi menunjukkan kelanjutan kebijakan yang fokus pada stabilitas makro, pengeluaran infrastruktur, dan upaya untuk meningkatkan rasio penerimaan pajak pemerintah (tax ratio).

Menurut Rookmaker, fokus kebijakan berkelanjutan yang fokus pada stabilitas makro ekonomi akan sangat relevan dalam mempengaruhi peringkat investasi Indonesia. Pasalnya, fokus inilah yang mendukung peningkatan peringkat Fitch untuk Indonesia menjadi ‘BBB’ (layak investasi) pada Desember 2017 silam.

Meskipun, bank sentral secara umum memiliki andil besar terhadap kebijakan makro ekonomi, tapi pemerintah juga telah memainkan peran penting selama beberapa tahun terakhir. Pemerintah Indonesia memastikan terlaksananya koordinasi kebijakan dan pengolahan fiskal yang cermat (prudent).

Lebih lanjut, reformasi struktural ‘generasi berikutnya’ yang bertujuan meningkatkan iklim investasi harus dicermati karena masih penuh ketidakpastian. Pasalnya, masih belum terlihat tanda-tanda apakah koalisi pendukung petahana akan memiliki porsi yang cukup dalam parlemen.

Jika ternyata porsi parlemen dipenuhi oleh koalisi rival, tentunya akan sulit untuk mensahkan kebijakan tersebut.

Reformasi struktural kebijakan tersebut mencakup perbaikan di level pendidikan, undang-undang ketenagakerjaan yang lebih fleksibel, dan fasilitasi pengadaan tanah.

Berikut hasil quick count pada pukul 08.36 WIB di lima lembaga survei Jokowi-Ma’ruf Vs Prabowo-Sandi :

Litbang Kompas : 54,52% Vs 45,48% (Total Suara Masuk : 97%)
LSI Denny JA : 55,77% Vs 44,23% (Total Suara Masuk : 98,50%)
Indo Barometer : 54,32% Vs 45,68% (Total Suara Masuk : 99,67%)
Median : 54,55% Vs 45,45% (Total Suara Masuk : 98,02%)
Kedai Kopi : 52,43% Vs 45,25% (Total Suara Masuk : 76,40%)

Untuk keterangan suara sampel belum 100% masuk di lima lembaga survei tersebut. CNBC Indonesia akan terus mengabarkan hasil terbaru dari quick count.

Facebook Comments

News Feed