oleh

Prabowo yang Makin Kesepian

Oleh: Rudi S Kamri

Sebarr.com, Jakarta – WAKTU berjalan bak kegelapan malam, datang dan pergi secara alami yang tidak mampu dihindari oleh siapapun. Termasuk oleh Prabowo Subianto. Saat masih terasa manis dan bau wangi, Prabowo dikelilingi oleh orang- orang oportunis yang punya interest dan agenda tersembunyi. Karena mereka berharap kapal yang dinakhodai Prabowo mampu memenuhi nafsu dan hajat mereka. Bagaimana kalau ternyata kapal itu ternyata realitanya hanya kapal butut tak bertenaga yang jalannya goyang dan hampir tumbang ?

Euforia keriaan palsu di istana Kartanegara seperti saya duga hanya berjalan sesaat. Hanya dalam hitungan hari. Hanya serupa fatamorgana pasar malam yang cuma hingar-bingar sekejap lalu redup selamanya. Tempik sorak berbunga-bunga dengan mengklaim kemenangan semu ternyata hanya merupakan halusinasi delusional semata. Pada saat provokasi dari para provokator berpeci putih ternyata hanya seperti menyiram air di pasir pantai, basah sesaat lalu menguap, akhirnya mereka tersadar, bahwa telah melakukan perbuatan yang sia-sia belaka.

Mereka teriak-teriak tentang kecurangan tapi ternyata mereka menyadari hanya sedang berdiri di depan cermin. Mereka lupa mayoritas rakyat Indonesia tahu pasti kelompok siapa yang selama ini terbiasa melakukan fitnah dan berbuat curang. Saat mereka menyadari sedang berteriak dengan tembok tebal di satu sisi dan di sisi yang lain aparat keamanan negara begitu solid akan meremukkan mereka, akhirnya nyali mereka menciut dan mereka menyadari euforia ini akan berakhir tragis.

Kapal van Kartanegara saat ini telah oleng dan sesaat lagi akan karam. Dan para penumpang satu persatu telah menurunkan sekoci untuk menyelamatkan diri, menjauh agar tidak tersedot pusaran gelombang saat kapal tenggelam di dasar samudera.

Diawali dengan pikiran rasional dari Partai Demokrat (baca : SBY) yang se-awal mungkin meminta kadernya untuk pergi menjauh. Lalu diikuti oleh PAN yang sudah memberikan signal kuat merapat ke beranda Istana Negara.
Bagaimana dengan PKS ? Kalau mengacu pada hitungan quick count Pileg 2019, PKS mengalami kenaikan 2% dibanding 5 tahun lalu. Amat sangat rasional kalau mereka lebih memprioritaskan mengamankan kursi di Parlemen daripada tetap bertahan di kapal yang sedang menghitung hari akan karam.

Kemana Sandiaga Uno? Bersama Timsesnya dia sudah terlebih dulu menjauh dari keriuhan dan sedang membangun citra diri untuk kepentingan politik masa depannya sendiri.

Titiek Soeharto kemana ? Pasti sudah melipir minggir juga, karena syarat mahar sebagai ibu negara tidak mungkin didapatkan.

Akhirnya yang terlihat di samping Prabowo saat ini hanya orang tua renta ompong tak bertenaga Amien Rais dan beberapa orang dari kelompok ormas Islam garis keras. Serta para anak buah kapal yang berdogma Asal Boss Senang yang dikomandoi Djoko Santoso yang semakin terlihat lusuh dan berbicara ‘ngasal’ bak orang kehilangan arah.

Sampai kapan mereka akan bertahan ? Akankah mereka ikhlas mau ikut tenggelam ? Saya tidak yakin. Kalaupun saat ini mereka masih bertahan, mereka hanya sedang bertahan di tenaga yang tersisa.

Lalu pada akhirnya, Prabowo akan kembali sendiri lagi. Hanya ditemani si Bobby the cat, kuda, semut dan nyamuk, dia akan bercengkrama dengan bahasa yang hanya mereka yang tahu.

Mudah-mudahan di akhir kesendiriannya Pak Prabowo mau instrospeksi diri, bahwa selama ini dia telah menempuh cara yang salah dan bergaul dengan orang yang salah pula.

Sebuah epilog kesepian yang menyesakkan.

Salam SATU Indonesia
28042019

Facebook Comments