oleh

TKN: Koalisi Prabowo Mulai Retak

Sebarr.com, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menilai koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah mulai retak.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate mengatakan, Ketua PAN melobi sang petahana kursi Pimpinan MPR sebagai deal untuk merapat ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

“Kami merasa (lobi) itu hal yang biasa saja dia sampaikan ke presiden, yang potensi terpilihnya tinggi, yaitu Pak Joko Widodo, yaitu peran apa yang bisa dimainkan oleh PAN. Karena kami juga tahu, bahwa koalisi 02 itu koalisi yang sudah mulai retak. Dalam arti positif ya, bukan negatif,” ujar Johnny G Plate seperti dilansir detikcom, Selasa (30/4/2019).

Menurut Johnny, Zulkifli ingin membawa PAN untuk bisa berada di kubu pemenang Pilpres. Zulkifli disebut realistis karena Jokowi-Ma’ruf unggul pada Pilpres 2019 versi hitung cepat.

“Karena koalisi presiden, mereka melihat potensi kemenangan di 01 dan kemenangan itu 2 digit, susah dikejar. Perhitungan real count sudah lebih dari 50%, mereka akan realistis melihatnya,” kata Johnny.

Sekjen NasDem ini menilai, militansi partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah tak seperti sebelum pelaksanaan Pemilu 2019 lalu. Partai-partai koalisi pasangan nomor urut 02 itu, kata Johnny, dinilai mulai kehilangan perekat.

“Partai koalisi sebelah, di sisi Pileg beberapa partai misalnya PAN, Demokrat, PKS itu memiliki hasil yang memuaskan. Faktor perekat militansi sudah berkurang karena kepentingan pragmatisnya di pileg sudah terpenuhi,” ucapnya.

“Kepentingan pragmatis di Pilpresnya cenderung melemah karena potensi kemenangannya semakin mengecil. Pak Jokowi kemenangan telak karena dua digit, karena ini head to head. Kami menganggapnya ini kemenangan besar,” lanjut Johnny.

Lobi-lobi yang dilakukan Zulkifli Hasan disebut dilakukan saat Ketua MPR itu datang ke Istana beberapa waktu lalu. Johnny mengatakan, Zulkfili berbicara peluang apa yang bisa didapat PAN baik di dalam, maupun di luar kabinet.

“Minta supaya gimana kursi yang bisa diperankan oleh PAN untuk membangun negara. Di dalam kabinet dan di luar kabinet. Salah satu yang punya potensi adalah lembaga-lembaga di luar kabinet. Ada pembicaraan soal kursi pimpinan MPR,” ungkapnya.

Jokowi diharapkan bisa meneruskan lobi-lobi itu ke partai-partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Nantinya fraksi-fraksi KIK di DPR diharapkan bisa memberi lampu hijau untuk PAN bisa mendapat salah satu kursi pimpinan MPR.

“Kalau DPR/MPR itu bukan keputusan Pak Jokowi sendiri. Itu keputusan partai-partai melalui fraksi. Terbuka peluang kerja sama poltiik di MPR. Barangkali itu celah yg dilihat Pak Zul tapi itu tergantung keputusan partai-partai KIK, kami kan mayoritas,” tutur Johnny.

KIK pun tampaknya membuka pintu untuk PAN bisa merapat ke koalisi mereka, meski pada Pilpres 2019 partai tersebut mengusung Prabowo-Sandiaga. Namun Johnny belum mengungkap apakah ada kemungkinan PAN bisa merapat ke dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf.

“Kalau untuk kepentingan negara terbuka untuk kita diskusikan itu (kursi pimpinan MPR untuk PAN),” kata Johnny.

Facebook Comments

News Feed