oleh

REPDEM: Gaungkan Program Petani, Mindo Sianipar Lolos ke Senayan

Sebarr.com, Jakarta – Pesta demokrasi 2019 banyak memberikan cerita bagi para kandidat maupun tim sukses yang terlibat dalam momentum pesta demokrasi 2019, segala cara dan jurus dikeluarkan untuk meraih simpati pemilih.

Ada hal yang menarik yang dilakukan Caleg Incumbent Mindo Sianipar dari Dapil Jatim VIII ini (Kab. Mojokerto, Kota Mojokerto, Kab. Jombang, Kab. Nganjuk, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun) yang tegas menolak menggunakan money politik untuk mendapatkan suara rakyat.

Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) bidang Media Pilian Hutasoit mengungkapkan, perolehan suara Mindo Sianipar di dapil Jatim VIII mencapai 93 ribu suara.

“Perolehan suara itu berkat kerja keras tim pemenangan meyakinkan masyarakat pemilih. Beliau memegang teguh prinsip bagaimana memberikan pendidikan politik kepada masyarakat khususnya kepada para petani yang ada di dapil tersebut,” ungkap Mantan Aktivis 98 ini.

Pilian menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Ir. Mindo Sianipar selama 8 bulan sebelum 17 April 2018 bagian dari cita-cita reformasi 98 yaitu menjadikan subjek bukan objek di ajang Pemilu 2019 ini. Memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sebagai subjek demokrasi.

“Pak Mindo mengatakan, melakukan praktik money politik kepada masyarakat sama dengan memposisikan masyarakat sebagai objek bukan subjek di pesta demokrasi rakyat itu sendiri, dan hal itu membuat masyarakat tidak cerdas,” tegas Pilian.

Apa yang dilakukan Mindo Sianipar, lanjut Pilian, bersama Tim Sambang Tani (TST) nya yang berkeliling dari sawah ke sawah bertemu dengan petani hingga memberikan masukkan persoalan pertanian dan juga memberikan bantuan pupuk cair organik buatan sendiri sembari mengajari para petani memakai pupuk organik tsb agar hasilnya maksimal.

“Tim Sambang Tani tersebut selama 8 bulan berkeliling membagikan pupuk cair KTB kepada petani dan bertemu petani disawah hingga 2 sampai 3 kali sembari menanyakan hasil panen para petani, dan mayoritas para petani puas dengan hasil panennya yang menggunakan pupuk yang diberikan,” katanya.

Meskipun demikian, Pilian mengungkapkan tidak sedikit yang mencibir dan meragukan langkah yang diambil oleh Mindo Sianipar dengan suara yang akan diperolehnya. Karena, sebagian besar caleg lebih memilih melakukan money politik dengan menabur uang di H-3 hingga H-1 jelang pencoblosan daripada melakukan kerja-kerja yang dianggap melelahkan dan tidak signifikan terhadap suara yang akan diperoleh.

“Begitu hebat dan dasyatnya politik tabur uang yang dilakukan oleh para caleg di dapil 8 ini tidak membuat Pak Mindo goyah dengan sikap dan langkah politik nya yang anti money politik dan lebih memilih memberikan pendidikan politik kepada masyarakat lewat Tim Sambang Tani dan siap akan konsekwensi nya, karena bagi beliau kalah akan lebih mulia tanpa money politik dan menang akan gagah dan terhormat,” paparnya.

Menurut Pilian, apa yang dilakukan Mindo Sianipar menjadi warna tersendiri di tengah arah demokrasi kita yang semakin mengaminkan money politik.

“Ir. Mindo Sianipar menjadi inspirasi bagi kami aktivis yang sudah bergabung dan terjun di dalam kancah perpolitikan di republik Indonesia yang tercinta ini,” tandasnya.

Facebook Comments

News Feed