oleh

Ketum PMT: Kehadiran Revolusi Industri 4.0 Bikin Koperasi Makin Bersinar

Sebarr.com, Jakarta – Ketua Umum Koperasi Pakasaan Matuari Tombulu (PMT), Revli Orelius Mandagie, meyakini, Revolusi industri 4.0 yang terjadi belakangan ini akan mampu membantu perkembangan koperasi di Indonesia termasuk di kalangan anak muda atau milenial saat ini.

Revli membantah jika ada anggapan kehadiran revolusi industri 4.0 akan membuat koperasi mundur.

“Sebaliknya, dengan revolusi industri 4.0 yang ditandai oleh kemajuan teknologi, akan membuat koperasi semakin maju dan kian dikenal kalangan milenial,” ujar Revli Orelius Mandagie, dalam acara Kawanua Fair dan seminar bertema “Peran Koperasi Zaman Now di Era Revolusi Industri 4.0” yang digelar di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.

Kawanua Fair dan seminar sebagai rangkaian Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pakasaan Matuari Tombulu itu dihadiri oleh sekitar 600 anak muda dari kalangan pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat. Hadir pula, Deputi Bidang Kelembagaan Kementeria Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Rully Indrawan, dan Ketua Badan Pengawas Koperasi Pakasaan Matuari Tombulu, Roy Sembel.

Revli melanjutkan, dengan revolusi industri 4.0 yang ditandai kemajuan teknologi, koperasi justru semakin menumbuhkan kebersamaan. Ini bisa terjadi karena saat ini hampir semua masyarakat Indonesia menggunakan media sosial untuk berkomunikasi satu sama lain

“Nah, dengan media sosial itu, bisa kemudian terbentuk komunitas dalam wadah koperasi yang saling bertukar informasi atau produk yang lantas difasilitasi oleh koperasi. Misalnya, kain tenun dan bisnis daring yang lainnya, bisa dijual melalui media sosial tersebut,” terangnya.

Karena itu, Revli meyakinkan masyarakat, khususnya anggota koperasi di seluruh daerah Indonesia, agar memanfaatkan media sosial sebagai sarana positif untuk memajukan koperasi secara bersama-sama. Termasuk, kata dia, pada generasi anak muda atau milenial sekarang ini, agar ketika mereka lulus tak lagi memikirkan ingin melamar pekerjaan.

Kalangan milenial, ujar Revli, justru harus memikirkan cara-cara menciptakan lapangan kerja. “Hal itu bisa dilakukan dengan menciptakan industri kecil dan menengah, yang kemudian difasilitasi oleh koperasi, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini,” kata Revli.

Di hadapan Sekretaris Menteri Kemenkop dan UKM, Prof. Dr Rully Indrawan, Revli menjelaskan capaian dan Sisa Hasil Usaha (SHU) PMT dalam kurun waktu 12 bulan.

“Sejak pendirian sebesar Rp 27.864.508.32 dan untuk periode mulai bulan Agustus 2018 sampai dengan 31 Desember 2018 (5 bulan) sebesar Rp 74.052.011.88 sehingga total penerimaan SHU setelah pajak, sebesar Rp 101.916.520,20,” paparnya.

Sebagai informasi, Koperasi Pakasaan Matuari Tombulu (PMT) berdasarkan Akta No. 379, tanggal 21 Juli 2017, yang dibuat dihadapan Notaris Mustangin, SH, MKn di Jakarta, berkedudukan di Jakarta, Kompleks Kampus IBM ASMI, Jl. Pacuan Kuda No. 1-5, Jakarta Timur, dan telah mendapatkan penhesahan dari Kementerian Koperasi & UKM Republik Indonesia, nomor: 005331/BH/M.KUKM2/IX/2017.

Sesuai Anggaran Dasar, Koperasi PMT dapat membuka cabang atau perwakilan di tempat lain, baik di dalam maupun di luar wilayah Republik Indonesia sesuai kebutuhan dan kemampuan atas Keputusan Rapat Anggota.

Visi, Misi dan Tujuan Koperasi

Visi Koperasi PMT adalah mampu menjadi Koperasi terkemuka di Indonesia dari sisi jumlah anggota,
penghimpunan dana tabungan, jaringan, dan kekuatan investasi pada sektor sektor produktif pilihan pada
tahun 2025.

Misi Koperasi PMT adalah mengoptimalkan setiap potensi ekonomi kerakyatan baik secara daya beli,
produksi, distribusi, pemupukan modal, serta investasi dalam sektor sektor produktif pilihan yang dijalankan
secara gotong royong, profesional dan bertanggung jawab yang mampu mendatangkan kesejahteraan pada
tataran individu/keluarga serta mewujdkan kesejahteraan masyarakat.

Koperasi bertujuan membangun ekonomi kerakyatan yang besar, kuat, professional dan terpercaya sebagai
salah satu penopang pilar di tengah masyarakat, panggilan dan pelayanan serta pengabdian menuju kabahagian
dan kesejahteraan rakyat. Dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, Koperasi menyusun Rencana Strategis.

Modal Koperasi

Modal Anggota Koperasi PMT sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 46.966.600,00 (empat
puluh enam juta sembilan ratus enam puluh enam ribu enam ratus rupiah) yang terdiri dari Simpanan Pokok
Amggota sebesar Rp 19.766.600,00 dan Simpanan Wajib Anggota sebesar Rp 27.200.000,00.

Sisa Hasil Usaha

Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi sampai dengan 31 Juli 2018 dalam kurun waktu 12 bulan sejak pendirian
sebesar Rp 27.864.508.32 dan untuk periode mulai bulan Agustus 2018 sampai dengan 31 Desember 2018 (5
bulan) sebesar Rp 74.052.011.88 sehingga total penerimaan SHU setelah pajak, sebesar Rp 101.916.520,20
sejak berdiri sampai dengan 31 Desember 2018 (17 bulan).
Menurut Undang Undang No. 25/1992 tentang perkoperasian, maka alokasi pembagian SHU diatur sebagai
berikut :

1. Dana Cadangan, 25,0 %

2. Jasa Usaha, 30,0 %

3. Jasa Modal, 20,0 %

4. Pengurus/Pengawas, 7,5 %

5. Karyawan, 7,5 %

6. Dana Pendidikan, 5,0 %

7. Dana Sosial, 5,0 %
100,0%
======
Pembagian SHU Koperasi tahun buku 2018 dilaksanakan dalam tahun buku 2019, dan dari transaksi tahun
buku berjalan, terdapat seorang Anggota Koperasi yang berhasil memperoleh SHU Jasa Usaha sebesar Rp.
1.070.198,- dari total transaksi belanja di gerai Alfamart milik Koperasi selama satu tahun, sebesar Rp.
4.466.450,- (29,6%).

Sementara, rata-rata SHU berdasarkan jasa modal, total simpanan & yuran wajib per
tahun sebesar Rp. 501.700,- memperoleh SHU sebesar Rp. 224,796,- (44,8%).

PENDAPATAN

Pendapatan atau revenue yang diterima oleh Koperasi dari hasil investasi di Alfamart sampai dengan 31 Juli
2018 sebesar Rp 51.432.468.00 atau 7,92% atas investasi sebesar Rp 648.909.574.00 dan untuk periode
sampai dengan 31 Desember 2018 sebesar Rp 75.307.973.00 atau 11,60%.
Untuk menaikkan pendapatan Koperasi yang diterima dari Alfamart bahwa partisipasi anggota untuk
berbelanja lebih banyak di Alfamart akan membantu kenaikan pendapatan Koperasi.

PENJUALAN GERAI KOPERASI PMT ALFAMART

Penjualan Alfamart untuk periode sampai dengan 31 Juli 2018 sebesar Rp 1.741.829.338.00 (selama 7 bulan
sejak pembukaan pada akhir Desember 2017) dan untuk periode sampai dengan 31 Desember 2018 sebesar Rp
1.595.946.901.00 (selama 5 bulan ).

PROGRAM KERJA YANG AKAN DATANG

Dalam RAT ini, pengurus telah menyiapkan berbagai program kerja untuk pengembangan usaha Koperasi,
yaitu: Divisi Simpan Pinjam, Bidang Usaha Jasa, dan berbagai prospek aneka usaha serta industri
kecil dan menengah untuk peningkatan kesejahteraan Anggota dan masyarakat umum.

KAWANUA FAIR & SEMINAR

Dalam rangkaian RAT 2018 ini, Koperasi PMT menggelar pameran berbagai produk unggulan asal Sulawesi
Utara, dan atau daerah-daerah lain, sebagai upaya untuk mendorong peningkatan dan pemberdayaan Usaha
Kecil Menengah (UKM). Koperasi PMT akan senantiasa mendorong bahkan membuat betbagai terobossan
untuk pengembangan UKM.

Disamping menggelar pameran, Kperasi PMT melaksanakan seminar 2(dua) hari sebagai upaya sosialisasi
peranan Koperasi jaman now di era digital. Seminar akan dibuka oleh Menteri Koperasi & UKM RI,
Bapak AA GN Puspayoga.

Facebook Comments