oleh

Bukber Presiden Jokowi, Ketua MPR: Pemenang Pilpres Harus Bisa Merajut Kembali Merah Putih

Sebarr.com, Jakarta – Ketua MPR Zulkifli Hasan menekankan, pemenang pilpres 2019 harus bisa merajut kembali Merah Putih. Hal ini disampaikan Zulkifli saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama (bukber) Presiden Jokowi-Wapres Jusuf Kalla.

“Pada akhirnya, tanggal 22 (Mei) akan ada pengumuman siapa yang menang, siapa yang terpilih. Dihitung secara manual, kami tidak mendahului. Tapi bagi MPR, yang diperintahkan UU untuk menjaga persatuan RI, menjaga kerukunan untuk kebersamaan. Kami selalu mengatakan nanti tentu ada yang terpilih tanggal 22,” kata Zulkifli di rumah dinasnya, di kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat (10/5/2015).

Selain merajut kembali Merah Putih, Zulkifli mengatakan persatuan harus diperkokoh. Jika dua hal itu bisa dirajut, katanya, barulah Indonesia menang.

“Tapi kami bersepakat adalah kita akan menang jika nanti pemenang itu bisa menjahit kembali Merah Putih. Bisa merajut persatuan memperkokoh persatuan kebersamaan. Barulah Indonesia menang. Kita menang. Sekali lagi kalau kita bisa merajut menjahit kembali Merah Putih,” sambung dia.

Zulkifli kemudian mencontohkan menjahit Merah Putih yang dimaksud. Misalnya, interaksi dirinya dengan Jokowi yang tidak didukungnya pada Pilpres 2019.

“Seperti apa? Ya seperti gambar ini. Kita memakai Merah Putih. Dan misalnya bagaimana sih merajut Merah Putih itu?” ujar Zulkifli.

“Saya ini kan tidak mendukung Pak Jokowi. Tapi saya datang ke presiden, ‘Pak, seperti biasa tahun-tahun lalu, bukber bergiliran. Pak Presiden menyambut dengan terbuka, wajah gembira, walaupun kemarin saya tak dukung, saya duduk berdampingan, diterima dengan baik, akrab. Itulah yang kita anggap bisa menjahit kembali Merah Putih,” sambung dia.

Selain interaksi dengan Jokowi, politikus PAN itu mencontohkan kebersamaannya dengan Ketua DPD RI yang juga Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Odang (OSO), dan Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Contoh-contoh tersebutlah yang dimaksudnya dengan merajut demokrasi.

“Pak Oesman Sapta juga beda, Cak Imin juga beda. Tapi kita bisa bersama. Itu yang kami harapkan, MPR harapkan. Bahwa kita bisa perkokoh kebersamaan kita kembali, memperkuat persatuan. Karena itu persatuan keniscayaan di negara demokrasi,” kata Zulkifli.

Zulkifli pun mempersilakan jika bukber bersama Jokowi ini diartikan macam-macam. Sebab, itu merupakan bagian dari berdemokrasi.

“Bahwa ini buka bersama saya sampaikan kepada wartawan tadi ini agenda rutin. Tapi kalau mau diterjemahkan macam-macam juga silakan ini yang namanya demokrasi,” ujarnya.

Selain Jokowi dan JK, sejumlah tokoh nasional hadir dalam bukber ini, seperti politikus senior Golkar Akbar Tandjung dan Aburizal Bakrie serta Wakapolri Ari Dono. Lalu, ada Wakil Ketua MPR EE Mangindaan, Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, dan Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono.

Facebook Comments