oleh

Demokrat Usul Koalisi Pilpres 2019 Bubar, Gerindra Sewot

Sebarr.com, Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mengusulkan agar Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) membubarkan koalisi masing-masing.

Ketua DPP Gerindra Habiburokhman mengaku kesal atas usulan dari Partai Demokrat yang merupakan koalisinya pada pilpres 2019 lalu.

“Saya sangat kesal dengan pernyataan Rachland yang meminta Pak Prabowo membubarkan koalisi dengan mengatakan datang tampak muka pulang tampak punggung,” kata Habiburokhman saat dihubungi, Senin (10/6/2019).

Merujuk pada UU Pemilu dan PKPU, kata Habiburokhman, tahapan pemilu masih berlangsung hingga pelantikan paslon pada Oktober 2019. Meski begitu, ia mempersilakan jika Demokrat mau keluar dari Koalisi Adil Makmur yang mengusung Prabowo-Sandiaga.

“Saya justru menyarankan beliau baca UU dan PKPU bahwa tahapan pemilu ini selesainya pelantikan pengucapan sumpah dan janji capres-cawapres Oktober. Kalau Demokrat mau keluar ya silakan monggo, silakan saja,” ujarnya.

Habiburokhman pun tak sepakat dengan alasan Rachland bahwa pembubaran koalisi ini demi mencegah benturan di akar rumput. Ia sekali lagi menegaskan bahwa tahapan pemilu belum selesai.

“Tenang-tenang saja sebetulnya kan berlawanan secara politik hal yang sangat biasa kok. Kita sudah beberapa kali melewati proses, 2014 juga nggak masalah. Setelah selesai ya kan nggak apa sama-sama kita lihat hasilnya seperti apa secara hukum,” ucap Habiburokhman.

Anjuran untuk membubarkan koalisi itu sebelumnya disampaikan Rachland melalui akun Twitter-nya, Minggu (9/6). Rachland menilai mempertahankan koalisi seperti mengawetkan permusuhan di antara dua kubu dan memelihara potensi benturan di akar rumput.

“Pak @prabowo, Pemilu sudah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak melibatkan peran Partai. Saya usul, Anda segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir. Andalah pemimpin koalisi, yang mengajak bergabung. Datang tampak muka, pulang tampak punggung,” tulis Rachland.

“Anjuran yang sama, bubarkan Koalisi, juga saya sampaikan pada Pak @jokowi. Mempertahankan koalisi berarti mempertahankan perkubuan di akar rumput. Artinya mengawetkan permusuhan dan memelihara potensi benturan dalam masyarakat. Para pemimpin harus mengutamakan keselamatan bangsa,” lanjutnya.

Namun, usulan itu direspons negatif kedua kubu. Rachland pun kemudian meminta TKN Jokowi-Ma’ruf dan BPN Prabowo-Sandiaga memberikan solusi untuk menyetop polarisasi tanpa membubarkan koalisi.

“Bisa diterima bisa dibuang, tapi kalau gitu tunjukkan dong cara meredam apa, meredam potensi benturan, pembelahan, polarisasi di masyarakat yang sangat tajam, sangat runcing ini harus dihentikan, harus dimoderasi, diturunkan. Proposal saya cuma satu cara untuk menggedor kesadaran mereka, bisa diterima, bisa dibuang. tapi kalau begitu, kalau mereka punya ide lebih baik mereka keluarkan dong, lakukan dong, jangan sampai polarisasi yang runcing ini berlanjut,” kata Rachland, Minggu (9/6).

Facebook Comments