oleh

Demokrat Gaduh, Pendiri Partai Tuntut Hencky Luntungan ‘Bertanggung Jawab’

Sebarr.com, Jakarta – Sejumlah pendiri Partai Demokrat menuntut tanggung jawab kepada salah satu pendiri, Hencky Luntungan, terkait gejolak internal yang terjadi saat ini.

Adapun para pendiri yang menuntut pertanggungjawaban tersebut ialah Prof. Budhi Santoso, Max Sopacoa, Prof. Rompas, Umar Said, Ricky Sofyan dan para pendiri lainnya. atas desakan tersebut, Henky merasa terpangil serta ‘turun gunung’ untuk mengangkat kembali marwah Partai Demokrat.

“Saya sebagai pendiri kecewa dengan kondisi Partai Demokrat saat ini. Kenapa? tentunya dari pertama kita maju dalam pilpres dan pileg kita sudah memiliki tiket untuk persiapkan calon presiden, alhamdulillah itu sudah terjadi dan mampu mengantarkan putra terbaik pak SBY Presiden 2 periode,” kata Hencky dalam pernyataannya, Selasa (18/6/2019).

Dia menjelaskan, dirinya terpanggil untuk bersikap maju dalam bursa calon ketua umum Parta Demokrat dalam waktu dekat ini. Ia merasa dorongan yang datang dari teman-teman seperjuangan menjadi modal utama dalam upaya menyelamatkan Partai Demokrat. Sebagai pendiri, ia merasa punya beban moral apabila dorongan dari teman pendiri tidak diindahkan.

“Saya ‘memaksakan diri’ (caketum PD) oleh karena dorongan teman-teman dan adik-adik saya, pendiri dimana? maka saya haru menyampaikan ini kepada teman-teman pendiri dan disamping saya Pak Ricky Sofyan yang semua bisa kenal beliau, pengusaha yang sejak partai ini dibentuk, beliau yang paling banyak duit keluar. Dimeja saya sebagai sekretariat, saya mencatat semua dan ketika beliau dilupakan, beliau tidak pernah marah, dia bangga ketika partai ini menjadi besar dan semua pendiri bangga,” ujarnya lagi.

“Tapi ketika ada suara ribut-ribut tentang anjloknya suara partai Demokrat, tentang amburadulnya DPP, yang duluan telepon saya adalah Prof. Saragih. Apa sih pesannya? ‘kamu bertanggung jawab’. Sampai tadi malam, Prof. Rompas masih telpon saya, ‘kamu harus tanggung jawab.’ Jadi ada beban moril bagi saya ketika partai ini hancur dan beliau-beliau ini tahu saya tidak punya banyak uang tapi saya punya banyak teman.”

Sehingga, lanjut Hencky, muncul bahwa pendiri harus mencalonkan diri sebagai ketua umum. “Tentunya teman-teman pendiri memiliki sedikit kebanggaan walaupun belum sempurna, kenapa? kok kita seperti tersisih. Lalu ada pesan juga dari prof. Budi, jangan pernah lupa orang lama, libatkan orang lama dan combine dengan orang baru yang visinya sama. Ini persoalan sehingga muncul nama saya. Sebenernya hati saya ini iya dan tidak. Apakah saya punya uang apa tidak? tidak. ” ungkapnya.

Tak sampai disitu, sebagai tokoh yang terlibat langsung dalam pendiri Partai Demokrat, ia pun menceritakan kisahnya dalam membesarkarkan partai berlambang mercy tersebut.

“Tadi Pak Ricky ngomong ‘Brother, kita ini dirikan partai bukan ngumpul 10-20 orang, ada duit kah kita? tidak ada’. Kita bentuk grand strategi. Disaat itu ketika Bang Yani berduet dengan saya, maka barang ini jadi. Sampai terakhir beliau masih mau maunghembuskan nafas dua-tiga hari sebelumnya masih bicara ini persoalan yang tentunya secara moral kita ini kan pendiri out of circle, duliar tapi didalam memandang ini dengan sebuah kebanggaan dan sedih ketika barang ini hancur, ada apa sih?,” kata Hencky dengan mata yang berkaca-kaca mengisakahkan perjuangannya.

Ia pun juga mempertanyakan persoalan Partai yangsejak kongres ke kongres anggaran dasar rumah tangga dilangkahi serta munculnya orang-orang baru yg ingin memecah para pendirinya. “Bagaimana jadinya barang ini. Karena tidak diakomodir orang lama dan orang baru dalam membesarkan partai ini awal sampai akhir sehingga ada pertanyaan bagi saya, ketika 4-5 hari yang lalu ppertemuan di Bogor apa yang disampaikan pak Max Sopacoa, saya hanya bertanya kalau pak Max tidak maju, saya yang akan maju dan setia sampai akhir. ada harapan,” tegas Hencky.

Atas kondisi inilah, Hencky siap bertanggung jawab untuk mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Demokrat mendatang. “Deklarasi hari ini untuk menyatakan saya sebagai calon, saya tidak pernah menolak, jalankan! tidak perlu ribuan orang. Kita mainkan pertama (awal pendirian Demokrat) dari Sahardjo sampai MT Haryono itu cuma 8 orang dan ketika barang ini jadi dari Sabang sampai Merauke kita yang maju semua, pada saat rapat-rapat pleno sudah duit gak cukup 50-100 ribu sisanya sisa patungan.”

“Sekarang, apakah pak SBY melihat itu atau sengaja ditutupi oleh seseorang bahwa hanya ada satu pendiri? oh no. Dan ketika kemarin ada yang bicara soal pemecatan Max Sopacoa dan saya baca tentang riwayat partai demokrat, saya bilang kalau kita mau buka-bukaan pak SBY paling jago disitu dan seluruh penumpang gelap. Siapa orang lama yang ada di partai ini? ayo kita buka,” papar Hencky.

Ricky Sofyan Sosok Pendiri yang Terlupakan

Partai Demokrat didirikan oleh 99 orang pada 10 September 2001 di Gedung Graha Pratama lantai 11, Jakarta Selatan. Nama 99 orang pendiri tersebut termaktub dalam Akte Pendirian Partai Demokrat yang dibuat di hadapan Notaris Aswendi Kamuli, SH dan tercatat di Kemenkumham.Bagi sebagian kader partai demokrat, mungkin tak mengenal nama DR Riecky Sofyan. Namun, Ir Riecky Sofyan yang kini bergelar Doktor tak mempermasalahkan hal tersebut. Baginya, mendirikan partai demokrat bersama pendiri lainnya dan berhasil menjadikan SBY sebagai presiden merupakan kepuasan tersendiri.

Saat ini, DR Riecky Sofyan kembali turun gunung dan siap mendukung Hencky Luntungan maju sebagai Calon Ketua Umum Partai Demokrat.

Berikut susunan lengkap para pendiri Partai Demokrat yang termaktub di dalam Akte Pendirian Partai Demokrat 2001

1.Vence Rumangkang
2.Ir.Hari Purnomo
3.Drs.Achmad Yanni Wahid (Alm.)
4.Ganne H.Notowijoyo
5.Drs.Sutan Bhatoegana,MBA. (alm)
6.RMH.Heroe Syswanto. (alm)
7.Prof. Dr.Irzan Tandjung (Alm)
8.Prof.Ir.Max Rompas M Agr.
9.Prof.Ir.Bonny Ferdinand Sompie.MS.(alm)
10.Prof. Dr.St RF Saragih,SH.MS.(alm)
11.Drs.Wisnu Heryanto K.
12.Prof.Dr.Ir. Siegfried B MS,MA pp Sc.
13.Prof. Dr. Rusli Ramli,MS. (alm)
14.Prof. Dardji Darmodihardjo. (alm)
15.Prof.Dr.Subur Budhisantoso
16.RH.Probo Subagyo
17.DR.Achmad Mubarok,MA
18.Vera Vebriyanti,BBA
19.Utari
20.Bertha Herawati,SH
21.Reyner F Kodoatie,SH. (alm)
22.Ade Rahmat Komara,SE,MM
23.Dr.Ir,Tresna P. Soemardi, Ph.D
24.Abraham Rahardjo Elias
25.Ir.Husein Salim Abdul,MT
26.Anwar Fuady
27.Drs.Wayan Sugiana, MM
28.Ir.Imam Sumitro
29.Ir.Ignatius Sugiarto
30.Ifan Pioh
31.Dwi Yanuas Didi
32.Drs.Endang Kartiwak
33.Iryanto Muchil,BE
34.Ir.Eddy Suryantono
35.Suwanda, M, Sag
36.Dr.Wigui FP Kaunang
37.Slamet Riyadi
38.Rr. Diwi Yanthi, SH
39.Makmun
40.Achmad Toriq , SH
41.Deddy Mizwar
42.Ir. Tomigan Tarigan, SH
43.Dra. Hj. Farida Nuryanti
44.Ir.H.Rudy Rahmawanto
45.Drs.Hengky Luntungan
46.Pipin Supindah, BE
47.Ir.Zulkifli Bastianda
48.Ir.Bambang Suwaji
49.Ir.Sukirman
50.Ir.Leon Roza
51.Budi Satria Hamid
52.H. Wahono Tjokrodarsono, SE
53.Ir.Syamsirwan Ganie
54.Ir.Amien Rahardjo
55.Ir.Sonny Sumarsono
56.Ir.Tedjo Utomo M.
57.Ir.Syafuan Gani, MM
58.Drs.Ismail Sangaji
59.Gunawan Sukardi S.
60.Ir.Wahyudiono
61.Drs.Drajat Soekasno
62.Ir.Winarto Broto
63.Ir.Benny Rubiandi
64.Ir.Agus Slamet
65.Dhuandi Wahadi, BE
66.Dra. Purnawati
67.Asep Urbana, SE
68.Baby Siregar
69.Inu Kertopati, SH
70.Isnaia Singgih, SH
71.Denny Sultani Hasan, MM
72.Noor Syamsudin Chotib
73.Drs.Arie Kwartatmoko
74.Hassanudin A. Latief, SH
75.Ir.Ongky Sasongko
76.Rosa Hardiani
77.H.Hermawan Setiabudi
78.Drs.Haryo Suparjo
79.Ir. Winarno
80.Junizwan Affandi
81.Syahirul Zam Zam, SE
82.Ir. Mohamad Sanusi
83.IIIlal Ferhard, Bsc
84.Daniel Onefarsis
85.Ir. H RP Hadi Thahjono, MM
86.Drs.Arifin Nitiamidjaya
87.Ir.Ismail Lebehari, BCM
88.Drs.Deddy Pandapotan T.
89.Ir.Ricky Sofyan S, MM
90.Ir,Jaka Djatnika, MM
91.Ir.Wahyudi Suhartono, MBA
92.Fira’un Maulana
93.Ir.KSM Daniel, MM
94.Ir.M. Jauhar Arifin
95.Ir.Retnaestri, M. Eng, Sc
96.Ir.Moch. Chandra Solehan
97.Didin Syarifudin
98.Amsal Gideon Michael
99.Steven Rumangkang, MBA

 

Facebook Comments