oleh

Pendiri dan Deklarator Demokrat: Pembenahan Internal Harus Dilakukan Dalam Tempo Singkat

Sebarr.com, Jakarta – Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Subur Sembiring menegaskan kisruh internal yang terjadi saat ini harus segera dibenahi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Pembenahan tersebut dalam rangka mewujudkan Partai Demokrat yang bersih, cerdas, dan santun.

“Saya menyatakan dengan segala hormat kepada bapak SBY tanpa mengurangi rasa hormat saya, maaf, sebagai wakil ketua umum Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD), hari ini dengan arif dan bijaksana setelah berkomunikasi dengan para pendiri baik melalui pertemuan, melalui komunikasi via telepon maupun WA, kami menyampaikan usulan kepada bapak langkah pertama yang kami harapkan bapak lakukan adalah sesuai dengan keinginan dari para pendiri dan deklarator, adalah pembenahan di Partai Demokrat,” kata Subur dalam video pernyataanya yang beredar, Jum’at (21/6/2019).

Yang dimaksud Subur dalam etika politik Parta Demokrat, terlihat miris belakangan ini, yakni banyak elit partai yang tidak menunjukkan etika Partai Demokrat sebagaimana mestinya. Menurut dia, segelintir elit kerap memberikan statment-statment yang jauh dari etika berpolitik yang dipertontonkan baik di media online, koran, maupun di media-media lainnya.

“Pembenahan awal tentunya menyangkut soal empat bulan yang lalu, pada bulan Februari, telah keluarnya PLH ketua umum kepada saudara Hinca Panjaitan sebagai Sekjen PD untuk melaksanakan tugas pelaksana harian. Di dalam AD/ART PD di jelaskan PLH itu tidak ada, yang ada adalah pelaksana tugas. Inilah yang menyebakan sumber permasalahan awal dan mohon maaf pada waktu di acara di Djakarta Theater tidak saya sampaikan hal ini, mengingat kondisi almarhumah ibu Ani yang lagi dirawat di Singapura,” ungkap Subur.

“Tentu secara kemanusiaan kami harus menjaga itu, tetapi saat ini tentunya setelah empat bulan berjalan sudah kita ketahui bersama apa yang dilakukan saudara Hinca panjaitan sebagai sekjen dan seluruh yang saya katakan staf-stafnya saya tidak sebut nama sudah kita lihat bersama apa yang mereka sampaikan tidak sama sekali tidak menampilkan etika politik PD bersih, cerdas, santun.”

Subur menilai, hal tersebut telah mencoren, merusak nama baik pendiri Partai Demokrat. “Seolah-olah kami tidak beradab, seolah-olah kami tidak punya akhlak, seolah-olah bapak SBY tidak mengajarkan bagaimana menjalankan politik etika Partai Demokrat yang bersih, cerdas, santun itu,” tegasnya.

“Saya sampaikan ke Pak SBY, para deklarator ini semua menyatakan sangat cinta & sayang kepada bapak. Tetapi kami tidak ikhlas di sekeliling bapak itu menghancurkan bapak, merusak nama baik bapak. Dan terus terang, jangan kami diputarbalikan seolah kami yang mau menghancurkan partai,” ujarnya lagi.

Kongres Luar Biasa, lanjut Subur, ada di dalam AD/ART dan itu pernah dilaksanakan ketika Anas Urbaningrum telah ditetapkan menjadi tersangka. Saat ini, menurut Subur ketika Pelaksana harian melanggar aturan, ia menegaska tidak ada Pelaksana harian (plh) tersebut.

“Saya jadi khawatir, ragu apaka PLH itu dilakukan oleh sekelompok orang yang mempengaruhi bapak untuk mengeluarkan surat mandat itu. Itu menjadi pertanyaan besar. Kalau bapak Plt harusnya ke wakil ketua umum tetapi ini pelaksana harian itu sesuatu yang tidak ada di dalam AD/ART. Pelanggaran ini mohon dicabut segera bapak SBY, dan bapak sebagai ketum tentu sudah melakukan evaluasi terhadap manusia-manusia ini semua dan tegas harus di-Plt saudara sekjen dan lain-lain yang telah merusak, mencoreng nama baik bapak sebagai ketua umum,” tegas dia.

 

 

ODDY KARAMOY

Facebook Comments