oleh

Pendiri dan Deklarator PD ke SBY: Satu Kali Masih Kumaafkan, Jangan Coba Tiga Kali

-Politik-626 views

Sebarr.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Satu Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD PD) Subur Sembiring mengingatkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk tahu diri dan mengakui kegagalannya dalam memimpin partai.

“Sebagai Bapak Demokrasi Bangsa seharusnya SBY malu dan mengakui kegagalannya dan segera mengundurkan diri,”kata Subur melalui sambungan seluler, Rabu, (3/7/2019).

“Kenapa kita sebut SBY gagal dan Harus mundur? Masak seorang Jenderal dan saat itu menjabat sebagai Presiden perolehan partai malah anjlok dan hancur?” tambah Subur menjelaskan.

Bagi yang tak mengerti sejarah partai demokrat, sambung Subur, tentunya tidak peduli dengan kondisi partai demokrat yang kian melorot di tiap pemilu.

“Dari 20,40 persen suara pada 2009 menjadi 10,19 persen di pemilu 2014 apakah itu prestasi? Setelah anjlok sebesar 50,05 persen dan menukin tajam hingga 7,77 persen di pilpres 2019 masih dibilang berhasil? Ya gagal lah! Masyarakat dan Partai lain juga saya kira jika melihat kondisi ini akan sepakat mengatakan SBY gagal!,” tegas Subur.

Jadi, masih kata Subur, alangkah baiknya SBY tau malu dan segera mundur. Jangan sampai (SBY) hancurkan partai demokrat untuk ketiga kalinya.

“Saya jadi teringat sebuah lagu yang berjudul jangan sampai tiga kali. Tapi saya ubah sedikit ya. Satu kali sakiti para pendiri masih kumaafkan. Dua kali sakiti partai demokrat juga kumaafkan. Tapi jangan coba tiga,” tutup Subur mengingatkan.

Sebelumnya, Deklarator Partai Demokrat Sahat Saragih menegaskan, harus ada pergantian tampuk kepemimpinan di Demokrat. SBY, kata dia, sudah tak memiliki kompetensi yang layak untuk kembali menempati posisi ketua umum. Sahat bilang Demokrat sangat hancur selama periode kepemimpinan SBY.

“Hancurnya suara Demokrat tentu sudah sangat krusial,” katanya.

Sahat mendesak partai segera menggelar kongres luar biasa yang mengagendakan pergantian kepemimpinan tertinggi. Dia bahkan mengancam akan ada dekrit dari para pendiri jika kongres luar biar tidak digelar.

Kata Sahat, SBY tak akan bisa menolak untuk lengser jika para pendiri telah mengeluarkan dekrit

“SBY seyogyanya ada rasa malu karena sudah gagal dua periode,” kata dia.

Desakan SBY meletakkan jabatannya sebagai ketua partai juga datang dari pendiri Demokrat lain, Hengky Luntungan.

Hengky menyebut SBY sebagai Ketua Umum yang tinggal kelas hingga dua kali karena telah menghilangkan lebih dari setengah suara pendukung partai dalam dua periode pemilu.

Periode pertama, papar Hengky, SBY kehilangan suara pendukung partai hingga 50,05 persen dari suara semula sebesar 20,40 persen menjadi 10,19 persen perolehan suara. Pada periode kedua, perolehan suara kembali turun dari 10,19 persen menjadi hanya 7,77 persen.

Tak hanya soal kegagalan mempertahankan suara pendukung partai, menurut Hengky, SBY juga telah merusak tatanan partai dengan melanggar sejumlah AD/ART. SBY bahkan tak segan membuat Demokrat menjadi partai dinasti dengan memberi sejumlah jabatan untuk keluarganya.

“SBY menganut sistem partai dinasti dan sering melakukan manajemen konflik atau menyingkirkan para pejuang partai yang telah berjasa kepadanya,” kata dia.

 

 

ODDY KARAMOY

Facebook Comments