oleh

Golkar: Jika HRS Tidak Bermasalah Dengan Hukum Pulang Saja Tak Perlu Diistimewakan

Sebarr.com, Jakarta – Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan salah kaprah jika rekonsiliasi dikaitkan dengan kepulangan Pentolan FPI Rizieq Shihab. Hal ini disampaikan Ace menanggapi komentar Mantan Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang mengaitkan rencana rekonsiliasi Joko Widodo (Jokowi)-Prabowo dengan kepulangan Rizieq Syihab.

“Kalau rekonsiliasi politik dipahami dengan maksud untuk negosiasi kasus hukum, semakin salah kaprah. Kita ini negara hukum, hukum itu harus ditegakan kepada siapa saja tak terkecuali,” kata Ace Hasan kepada wartawan, Sabtu (6/7/2019).

Ace mengatakan jika Habib Rizieq tidak bermasalah dengan hukum sepatutnya pulang saja ke Indonesia. Dia juga menyebut Habib Rizieq, yang kini berada di Arab Saudi, bisa kembali kapan saja ke tanah air.

“Kalau Rizieq Shihab mau pulang ya pulang saja. Kalau dia tidak merasa bersalah secara hukum, hadapi saja dengan pulang ke tanah air. Tidak perlu diistimewakan segala. Katanya equality before the law,” ucap Ace.

“Kalau persoalan hukum, kita harus pisahkan dengan politik. Proses hukum biarlah menjadi ranah hukum jangan diintervensi persoalan politik,” sambungnya.

Selain itu, Ace mengatakan Jokowi sudah berulang kali menyampaikan sangat terbuka bertemu Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Namun, waktu pertemuan keduanya menunggu momen yang tepat.

“Ajakan pertemuan itu kan sudah disampaikan Pak Jokowi. Soal kapan waktunya, pada saatnya akan ada pertemuan dalam momen yang tepat,” tutur Ace.

Lebih lanjut, Ace mengaku tidak setuju jika rekonsiliasi terjadi karena adanya pembagian kursi menteri pada kabinet mendatang. Dia mengatakan rekonsiliasi ditujukan untuk menjaga situasi politik di Indonesia pascapemilu.

“Dengan silaturahmi itu akan menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita sebagai bangsa kembali menyatu. Dibutuhkan suasana yang kondusif untuk menjaga situasi politik Indonesia,” kata dia.

Facebook Comments