oleh

Berkat Masyarakat Pesisir, Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Narkoba dari Malaysia

Sebarr.com, Pekanbaru – Polda Riau berhasil menggagalkan penyelundupan 10 Kg dan 15 ribu butir pil ekstasi di Pelabuhan Roro, Bengkalis.

Direktur Resnarkoba Polda Riau, Kombes Suhirman, mengatakan, informasi masuknya barang haram yang diselundupkan dari Malaysia diperoleh dari masyarakat.

“Tim awalnya mendapatkan informasi dari warga bahwa wilayah pantai di Bengkalis selalu dijadikan transit narkoba dari Malaysia. Kemudian Tim kita bentuk untuk melakukan penyelidikan. Sehingga pada 3 Juli 2019 lalu awalnya kita tangkap dua orang pelaku. Dari keduanya diamankan sabu 10 Kg dan ekstasi 15 ribu butir,” kata Suhirman kepada wartawan, Selasa (16/7/2019).

Dalam kasus ini, sambungnya, kita menetapkan 3 orang tersangka. Mereka kita tangkap diwaktu yang berbeda. Namun mereka masih satu jaringan. Barang bukti ada sabu 10 Kg dan pil ekstasi sebanyak 15.490 butir. tambah Suhirman.

Suhirman mengatakan pengungkapan kasus ini membutuhkan waktu sebulan.
Polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut setelah menangkap dua orang tersangka berinisial A dan D.

“Mereka ini masih satu jaringan yang sama. Justru peran BD ini juga sebagai kurir untuk membawa narkoba dari Riau ke Sumatera Selatan. Peran mereka memang saling berbeda, tersangka D berposisi sebagai pengendali, inisial A dan BD kurir,” kata Suhirman.

Menurut Suhirman, para pelaku ini biasa memanfaatkan pantai timur Riau sebagai daerah transit narkoba yang dikirim dari Malaysia. Setelah sampai di Riau, narkoba ini akan kembali dibawa ke sejumlah provinsi lainnya.

“Dari pengakuan tersangka D, mereka menerima upah dari bandar untuk bisa meloloskan narkoba sebesar Rp 20 juta. Tersangka mengaku sudah 4 kali meloloskan narkoba dari pantai di Riau,” kata Suhirman.

“Kita masih kembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan lainnya, ” tutup Suhirman.

Sebelumnya, Kepala BNN Komjen Heru Winarko Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak masyarakat pesisir Aceh untuk aktif melapor jika mengetahui adanya narkoba yang masuk dari luar negeri. Komjen Heru mengaku, provinsi Aceh saat ini masih menjadi lokasi transit masuknya narkoba dari luar negeri. Namun khusus di Banda Aceh, tingkat peredaran barang haram tersebut sangat rendah.

“Aceh masih menjadi tempat transit tapi ke depan yang kita takutkan bukan hanya transit tapi jadi tujuan. Transit karena kita di sini perbatasan,” kata Komjen Heru Winarko kepada wartawan, Senin (15/7/2019).

Untuk itu, BNN berharap peran aktif dari masyarakat pesisir. Wilayah pesisir diharapkan ke depan tidak lagi menjadi tempat penyelundupan sabu.

“Dan masyarakat kalau melihat ada warga yang punya rumah bagus tapi nggak kerja nah itu harus menjadi perhatian,” jelasnya.

Facebook Comments