oleh

Menantu Agum Gumelar Diperiksa KPK

-Politik-1.448 views

Sebarr.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan pebulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat, pada hari ini. Taufik Hidayat yang merupakan menantu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Agum Gumelar tersebut akan diperiksa sebagai saksi.

Taufik Hidayat tampak terlihat di lobi KPK pukul 09.50 WIB, Kamis (1/8/2019). Dia mengenakan kartu tanda pengenal khusus bagi mereka yang datang ke gedung KPK.

Mengenakan baju warna putih dengan celana jins, Taufik seorang diri naik ke lantai atas gedung KPK sekitar pukul 10.05 WIB. KPK menyebut Taufik Hidayat akan dimintai keterangannya terkait penyelidikan baru kasus dugaan suap ‎dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Pengembangan dari perkara sebelumnya yang ‎telah diproses di persidangan pengadilan tipikor. Iya (penyelidikan kasus suap dana hibah Kemenpora),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (1/8/2019).

Korupsi

‎Sebelumnya, KPK mengakui sedang membuka penyelidikan baru terkait kasus dugaan suap ‎dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

KPK sendiri telah memintai keterangan sejumlah saksi beberapa waktu belakangan ini. Sejumlah saksi yang diperiksa yakni, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto serta mantan Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy.

Pada perkara sebelumnya, KPK telah ‎menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap penyaluran dana bantuan atau hibah dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kelimanya yakni, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, Ending Fuad Hamidy (EFH); ‎Bendahara Umum (Bendum) KONI, Jhonny E. Awuy (JEA);Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana (MUL); Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, Adhi Purnomo (AP); serta Staf Kemenpora, Eko Triyanto (ET).

Kelimanya telah dilimpahkan ke pengadilan. Ending Fuad Hamidy dan Jhonny E Awuy telah divonis ‎bersalah karena menyuap pejabat Kemenpora. Kedua petinggi KONI tersebut dijatuhkan hukuman pidana penjara dan denda berbeda-beda.

Sedangkan tiga pihak dari Kemenpora yakni, Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyayanto masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saat ini, agenda persidangan untuk ketiganya masih pemeriksaan sejumlah saksi.

Dari persidangan tersebut, muncul sejumlah nama pejabat Kemenpora yang diduga turut kecipratan uang panas dana hibah untuk KONI. Salah satunya yakni Menpora, Imam Nahrawi dan stafnya Miftahul Ulum.

Facebook Comments