oleh

Jangan Adu Airlangga dengan Bamsoet Maupun Kader Lainnya

Oleh: Dharma Oratmangun

Sebarr.com, Jakarta –  Seluruh komponen kekuatan Golkar harus bersatu, jangan dipertentangkan Airlangga dengan Bamsoet maupun dengan Potensi Kader lainnya yang berkehendak baik untuk memimpin Golkar.

Munas Golkar yang hampir dipastikan akan berlangsung Desember 2019 yang akan datang, sambung Dharma, ternyata telah memberikan resonansi tersendiri dalam perpolitikan nasional; hal itu menandakan bahwa kiprah Partai Golkar sangatlah diperhitungkan dalam kancah perpolitikan di Indonesia maupun kawasan regional, sekaligus diharapkan dapat memberikan nuansa kesejukan dan stabilitas nasional. Inilah salah satu kepiawaian Golkar untuk meramu issue internal menjadi kekuatan (strength point) dalam perpektif ‘setia kawan’ seperti yang termuat dalam point 3 ‘ikrar panca bhakti’ yakni ‘Kami warga partai Golongan Karya adalah Pembina Persatuan dan Kesatuan Bangsa yang berwatak setia kawan. Demikian disampaikan Dharma Oratmangun, salah satu Ketua DPP Partai Golkar; yang disampaikan setelah mengikuti Musyawarah Pimpinan Nasional Kosgoro 1957 di Hotel Kartika Chandra semalam di Jakarta.

Muspinas Kosgoro 1957 tersebut antara lain memutuskan untuk memperjuangkan salah satu kader terbaik Kosgoro 1957 yakni Ir. Airlangga Hartarto untuk memimpin Partai Golkar 5 tahun kedepan didalam Munas Golkar Bulan Desember 2019 yang akan datang. Surat Keputusan tersebut langsung diserahkan oleh Ketua Umum Kosgoro 1957 HR Agung Laksono yang didampingi Sekjen DR Sabil Rahman. Muspinas tersebut dihadiri oleh sejumlah Tokoh Golkar antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sekaligus membuka Muspinas Kosgoro 1957 tersebut, juga BJ Habibie (Sesepuh partai Golkar), Akbar Tanjung (Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar), Ir. Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian, sekaligus Ketua Umum Partai Golkar), Ir Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Sosial), Letjen (Pur) Lodewijk Paulus (Sekretaris Jenderal Partai Golkar) dan masih banyak Tokoh lainnya.

Dharma Oratmangun (Seniman, Budayawan, yang juga salah satu Ketua Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 1957) lebih lanjut menegaskan bahwa Kosgoro 1957 sebagai salah satu Kino Pendiri Sekber Golkar yang menjadi cikal bakal lahirnya Partai Golongan Karya yang kita kenal saat ini tentunya sangat mengharapkan kiprah Partai Golkar akan semakin diperhitungkan karena menjadi tulang punggung didalam rangka mewujudkan cita-cita luhur seluruh rakyat Indonesia mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kokoh, kuat serta adil dan makmur. Ideologi Pancasila dengan Doktrin Karya Kekaryaan adalah pegangan utama seluruh Kader Golkar didalam rangka konsisten mendukung penuh Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Jokowi dan KH Ma’ruf Amin untuk memimpin Indonesia 5 tahun kedepan dengan melanjutkan Pembangunan Nasional yang adil dan bermartabat.

Dalam konteks itu, maka Partai Golkar harus tetap solid dan kuat untuk terus melakukan terobosan-terobosan kebijakan politik dengan merajut nilai-nilai kebangsaan untuk bersama-sama dengan Partai2 Politik lainnya baik itu Mitra Koalisi maupun Parpol yang mungkin saja nanti beroposisi ataupun Parpol2 yang nantinya menjadi penyeimbang didalam rangka mewujudkan cita2 luhur seluruh masyarakat Indonesia tsb.
Musyawarah Nasional adalah salah satu cara yang diatur dalam AD/ART untuk semakin merekatkan berbagai komponen kekuatan internal Golkar didalam memberikan sumbangsih perannya bagi perpolitikan bangsa ini. Sejalan dengan pemikiran tersebut maka Sudah selayaknyalah jika dalam konteks kontestasi kepemimpinan Partai Golkar maka haruslah dipedomani watak dasar ‘setia kawan’ seluruh Kader Partai Golkar sebagaimana yang selalu diikrarkan dalam Ikrar Panca Bhakti Partai Golongan Karya.

Oleh karena itu, sudahilah pernyataan2 yang memberikan konotasi menyerang pribadi2 masing2 para Tokoh/Kader Golkar yang berkeinginan baik untuk mempersembahkan kontribusi kepemimpinan dalam rekruitmen kepemimpinan dengan maju sebagai Kandidat Ketua Umum dalam Munas yad. Ruang seleksi kepemimpinan itu sudah diatur dalam mekanisme Tatib yang sudah sama2 dipahami dari Munas ke Munas; bahwa nantinya ditempuh secara Aklamasi maupun juga berupa Votingpun sepanjang memenuhi semua aturan dan kriteria biarlah Munas yang nanti memutuskannya.

Yang terpenting disini adalah seluruh komponen kekuatan Golkar ini tidak boleh tercerai berai, kenapa tidak dari sekarang dimunculkan gagasan-gagasan mulia untuk semua kekuatan ini direkatkan dan dipersatukan. Konkritnya adalah Janganlah mempertentangkan antara Airlangga dan Bamsoet, ataupun dengan Kader2 lainnya yang disebut-sebut ingin maju sebagai kandidat Ketua Umum seperti Indra Bambang Utoyo, Ulla Nuchwawaty, Lynda Poernomo dan diyakini masih banyak kader lainnya yang berpotensi maju namun telah memberikan dukungannya kepada Airlangga; seperti Agus Gumiwang Kartasasmita, Aziz Syamsudin, Zainudin Amali, Ridwan Hisjam, Tuan Guru Bajang dan masih banyak lainnya.

Seluruh Kader, simpatisan Kandidat maupun Tim2 Sukses kiranya mengedepankan semangat ‘setia kawan’ untuk mengemukakan berbagai keunggulan komparatif dengan berbagai pemikiran visioner untuk masa depan Golkar yang lebih baik. Dinamika yang ada ini, hanyalah retorika publik yang terkadang digoreng-goreng juga oleh para pihak. Saya meyakini semua kader Golkar sangat paham dengan pola ‘main bermain’ diranah ini. Mari kita jaga marwah Partai Golkar untuk semakin Solid mendukung Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin memimpin Indonesia 5 tahun kedepan.

GOLKAR INDONESIA, INDONESIA GOLKAR

 

Facebook Comments