oleh

PPP Sebut Jokowi Tunggu Masukan dari Nonparpol Terkait Menteri

Sebarr.com, Jakarta – Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan, presiden Jokowi tengah memberi kesempatan kepada pihak nonparpol untuk memberi masukan terkait kabinet. Jokowi baru akan berbicara dengan parpol koalisinya.

“Saya melihat Pak Jokowi sedang memberi kesempatan kepada berbagai pihak yang menjadi elemen pendukungnya di luar partai untuk memberikan masukan dan usulan tentang kabinet mendatang, baik terkait format maupun orangnya. Setelah itu, baru bicara dengan para pimpinan partai KIK,” kata Sekjen PPP Arsul Sani kepada wartawan, Kamis (1/8/2019).

Arsul mengapresiasi langkah Jokowi karena memberi ruang kalangan nonpartai sebelum berdiskusi dengan pimpinan partai. Namun dia menegaskan belum ada pembicaraan detail soal kabinet antara Jokowi dan pimpinan partai koalisi.

“Jadi dengan partai-partai KIK, Pak Jokowi belum detail bicara tentang kabinet. Kan beliau bilang waktunya juga masih cukup panjang. Detail terkait portofolio dan orangnya belum,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Sekjen NasDem Johnny G Plate juga menyatakan belum ada pembahasan soal kabinet antara Jokowi dan partai koalisi. Johnny menyebut sudah ada kesepakatan antarpimpinan partai koalisi jika urusan kabinet sepenuhnya diserahkan kepada Jokowi.

“Pertemuan kan kami baru aja bertemu, para sekjen beberapa waktu, pembubaran TKN itu kan para sekjen juga bertemu. Setelah itu, ketua-ketua partai juga bertemu. Bertemu terus-terusan, kami itu sudah sepakat urusan kabinet itu urusan Pak Jokowi,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Terpilih Joko Widodo ( Jokowi) mengaku sudah mengantongi sejumlah nama dalam pemilihan Kabinet Menteri Jilid II periode 2019-2024. Jokowi mengatakan dengan masuknya sejumlah nama tersebut, membuatnya lebih mudah untuk memilih. “Soal kabinet, saat ini sudah mulai masuk nama-nama. Kita mengumpulkan pilihan, jadi memilihnya lebih mudah karena banyak alternatif,” katanya usai makan siang di Rumah Makan Mbah Karto, Sukoharjo, Minggu (23/7/2019). Namun hingga saat ini, dia masih belum memutuskan nama-nama yang akan masuk dalam kabinet jilid II itu.

Dalam kabinet barunya ini, Jokowi akan memasukan beberapa nama yang masih muda yang menempati jabatan menteri. Hal ini tidak lepas dari keinginannya untuk menjadikan pemuda agar mendapatkan peranan dalam menjadi pemimpin. “Ke depan harus anak-anak muda yang memegang peranan. Karena dunia berubah cepat, banyak ketidakpastian dan ketidakdugaan yang muncul, sehingga anak muda ini yang bisa merespons,” lanjutnya.

Facebook Comments