oleh

Ihwan Datu Adam: Direksi PLN Harus Mundur!

-Politik-2.276 views

Sebarr.com, Jakarta – Politikus Partai Demokrat yang juga Anggota Komisi VII DPR RI, Ihwan Datu Adam menegaskan bahwa direksi PLN harus bertanggungjawab atas pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama dari hari kemarin hingga hari ini. Ihwan Datu juga mengingatkan agar pemangku kepentingan dibidang kelistrikan memiliki budaya malu sebagaimana pejabat-pejabat di negara lain.

“Harusnya kita contoh juga budaya malu itu agar memicu pejabat kementerian terkait dan direksi PT PLN (Persero) lainnya agar bekerja keras dan tidak main-main karena terkait soal hak pemenuhan kebutuhan mendasar. Jika tidak bisa memenuhi pelayanan publik yang baik, seyogyanya kemeterian terkait dan jajaran para petinggi PT PLN (Persero) untuk segera mundur,” ujar Ihwan Datu Adam saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

PT PLN tidak berdiri baru seumur jagung, namun sudah berdiri sejak Republik Indonesia terbentuk dan berjalan. Ihwan mengungkapkan jangan sampai manajemen yang salah urus dan bobrok ini memicu terjadinya hal yang sama di daerah-daerah lain yang serupa.

Lebih parahnya lagi, lanjut Politisi asal Kaltim yang membuatnya meradang yakni adanya pernyataan dari Plt Dirut PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani di dalam media nasional mengatakan, bahwa masyarakat yang merupakan pelanggan listrik harus ikhlas dengan adanya pemadaman masal ini. “Pernyataan seperti itu tidak cukup, dan tidak dapat dibiarkan dan tidak bisa urusan selesai begitu saja. Harusnya pihak PLN menjelaskan ke publik secara mendetil agar kita tidak mengira bahwa PLN bangkrut, terjadi sabotase dari dalam, atau kondisi peralatan atau infrastruktur yang memang sudah buruk. Ini yang harus dijelaskan lebih terbuka lagi kepada publik,” tegas Ihwan Datu.

Ke depan Ihwan Datu berharap PT PLN sebagai perusahaan negara harus sehat untuk menghadapi pertumbuhan ekonomi yang mengandalkan suplai listrik yang stabil dan baik. Untuk itu penanganan dan antisipasi jika terjadi blackout massal dapat dicegah dan diminialisasi sekecil mungkin.

Facebook Comments