oleh

Mantan Bupati PPU Sebut Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim Sudah Dipersiapkan Secara Detail

-Politik-1.934 views

Sebarr.com, Jakarta – Mantan Bupati Penajam Paser Utara Ihwan Datu Adam mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi karena telah menunjuk Kalimantan Timur sebagai calon Ibu Kota Negara Republik Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah memutuskan pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur,” kata Ihwan Datu kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur (Kaltim) ini meyakini pemindahan ibu kota negara sudah dipersiapkan secara mendalam.

“Pak Jokowi pasti sudah mempersiapkan dan memperhitungkan secara detail pemindahan ibu kota negara ini. Karena dia (Jokowi) sangat mengerti proses politik yang terjadi dalam persiapan pemindahan ibu kota dan Jokowi mau dengar suara rakyat,” bebernya.

Sehingga, kata Ihwan Datu, tak salah bila kajian Bappenas menunjukkan Kaltim adalah propinsi yang paling laik untuk menjadi ibukota baru Indonesia dari semua wilayah di Pulau Kalimantan. Sebab Kaltim bisa menyediakan lahan yang dibutuhkan hinggga puluhan ribu hektar. Propinsi itu juga sudah memiliki infrastruktur lebih baik dibanding propinsi lainnya di Kalimantan. Secara geografis berada di dekat laut dan memiliki infrastruktur bandara serta pelabuhan yang sangat baik.

Dia juga memastikan bahwa pembangunan ibukota baru di Kaltim takkan merusak hutan Kalimantan. Sebab wilayah yang disiapkan memang benar-benar sudah siap untuk dibangun.

“Semua wilayah di Kalimantan akan happy kalau Kaltim. Wilayah barat, tengah, timur pun senang. Di Kaltim juga tak pernah ada konflik suku. Ada pelabuhan, lahan juga sudah siap,” kata Ihwan.

Secara budaya, dia menilai warga Kaltim juga akan siap. Sebab karakter masyarakat yang tinggal di sana sangat heterogen dan bisa menerima perbedaan dengan baik. Dia menyontohkan dirinya sendiri yang merupakan perantau dari Sulawesi namun pernah dipilih rakyat menjadi bupati di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

“Berarti karakter budaya masyarakatnya bisa menerima dan bisa hidup berdampingan. Di daerah lain belum tentu,” kata Politikus Demokrat itu.
Dulu, Kata Ihwan Datu, almarhum Presiden Soekarno juga menginginkan ibu Kota negara berada di Pulau Kalimantan.

“Dulu Bung Karno memang pernah bilang bahwa Kalimantan Tengah cocok jadi ibukota negara. Tapi itu dulu. Menurut saya, kalau Bung Karno masih hidup saat ini, beliau juga akan pilih Kalimantan Timur,” tambahnya.

Soal Anggaran

Masalah pembiayaan, Ihwan mengatakan tidaklah sulit. Baginya, bila Pemerintah mau, cukup mengalokasikan 10 persen dari devisa negara yang selama ini disumbang Kaltim ke Pemerintah Pusat, maka biayanya bisa terkover sendiri tanpa bantuan siapapun.

“Soal pembiayaan tak usah kuatir. Kaltim itu sumbang devisa Rp500 Triliun pertahun. Dipotong saja 10 persen saja pertahun, dalam 10 tahun bisa selesai. Sebab biaya pemindahakan ibukota itu diperkirakan Rp466 triliun. Bisa selesai tanpa utang selama 10 tahun,” bebernya.

Facebook Comments