oleh

KGPM Jadi Embrio Terbentuknya NKRI

Oleh: Max Wilar

Sebarr.com, Jakarta – Jemaat Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di desa Wakan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara adalah jemaat KGPM yang mula-mula sebagai gereja otonom di Minahasa.

Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) melepaskan diri dari Indische Kerk pada tanggal 29 Oktober 1933 dan menyatakan diri sebagai gereja yang berdiri sendiri.

KGPM memilik sejarah panjang sebagai gereja kaum nasionalis yang turut menjadi embrio terbentuknya Negara Republik Indonesia pada tgl. 17 Agustus 1945.

Sepatutnya desa Wakan di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara kita abadikan sebagai Desa Merah Putih yang bermakna kehadiran Tou Minahasa dalam sejarah kebangsaan Indonesia.

MoƱumen KGPM di Wakan.

Melalui diskusi singkat melalui jaringan online, Pdt Robinson Perutu Ketua Dua Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) yang pada tahun 1975-1976 pernah tinggal dan bersekolah di Wakan yaitu sebagai siswa SMP Nasional Bersubsidi Wakan dan Jeffrey Rawis SE
Ketua Umum DPP Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) menyarankan kepada Bupati Minahasa Selatan dan Gubernur Sulawesi Utara kiranya berkenan bersama-sama dengan Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) untuk membangun Monumen KGPM di Wakan, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara sebagai penghargaan kepada tou Minahasa yang gigih menggelorakan semangat kemandirian dan kebangsaan jauh hari sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945.

Di desa Wakan tahun 1933 telah berdiri jemaat KGPM yang pertama dan menjadi Desa Merah Putih.

Max Wilar

Facebook Comments