oleh

Mahasiswa Papua di Kampus-kampus Ini Sepakat Ogah Terprovokasi Politisasi Isu Papua Rusuh

Sebarr.com – Beberapa mahasiswa Papua datang ke acara Deklarasi Intelektual Muda Papua di Gedung Indocement, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat untuk ajak mahasiswa Papua yang telah pulang ke Papua untuk kembali lagi melanjutkan studinya ke universitas mereka masing-masing di seluruh Indonesia.

Mahasiswa Papua dari Esa Unggul, STIH IBLAM, Universitas Ibnu Khaldun, STIKES Medisara Indonesia, IPDN Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, bersatu dalam deklarasi dan sama-sama mengajak rekan-rekan Papua untuk tidak ikut-ikutan dan terprovokasi.

Sekolah di perguruan tinggi sangatlah penting dan diperlukan bagi kaum muda Papua untuk menambah ilmu, wawasan, networking dalam membangun tanah Papua.

Kegiatan yang dihadiri oleh beberapa perwakilan universitas dan tokoh pemuda ini tidak datang atas nama perwakilan universitas, namun panggilan terhadap diri mereka sendiri untuk berbagi cerita mengenai studi mereka di luar tanah Papua. Himbauan cinta NKRI dan kembali melanjutkan kuliah ke universitas masing-masing terus diserukan.

Beredarnya berita yang dilebih-lebihkan bahwa mahasiswa Papua mendapat perlakuan buruk (dipersikusi) di sejumlah daerah khususnya di Surabaya dan Malang, telah dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang menginginkan agar situasi di Papua tidak kondusif.

Beberapa aksi unjuk rasa, perusakan dan anarkhisme di Papua memunculkan isu kuat bahwa ada himbauan agar seluruh mahasiswa Papua yang kuliah di luar Papua untuk kembali ke Papua.

Meskipun ada beberapa mahasiswa yang pulang ke Papua, ternyata banyak juga mahasiswa Papua yang memilih untuk tetap kuliah di universitas luar Papua baik di Jawa, Sumatera dan beberapa daerah lainnya.

Untuk itu kalangan intelektual muda menyerukan agar para mahasiswa tersebut kembali berkuliah di kampus masing-masing.

Ketua Forum Komunikasi Anak Papua (FORKAP) Samuel F Jenggu di sela-sela Deklarasi Intelektual Muda Papua Cinta NKRI “Saya kira pemberitaan yang beredar selama ini terlalu berlebihan. Seolah-olah para Mahasiswa Papua di setiap daerah mendapat perlakukan buruk.

Padahal kejadian yang sebenarnya tidak seperti itu” di sela-sela Deklarasi Intelektual Muda Papua Cinta NKRI, kemarin. Menurut Samuel, pihaknya terus memantau mereka, ternyata mahasiswa yang pulang ke Papua kondisinya aman-aman saja. Apalagi segenap aparat mulai dari kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah telah menjamin penuh keamanan mereka.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Gerakan Cinta Tanah Air (GERCIN) Hendrikus Yance Udam yang mengatakan, bahwa mahasiswa Papua yang tetap menuntut ilmu di kampus masing-masing umumnya tidak mendapat gangguan.

Pihaknya terus memantau kondisi keamanan rekan-rekannya yang tersebar di sejumlah kampus. “Kami mengakui memang ada segelintir orang yang menginginkan Papua tidak kondusif. Mereka menyebarkan isu dan memobilisasi para pemuda Papua agar tidak kuliah di luar Papua,” ujarnya.

Padahal jika itu dilakukan maka yang rugi Papua sendiri. Sebab jika kuliah mereka terputus maka Papua akan kehilangan SDM yang berpendidikan baik.

Facebook Comments