oleh

Gubernur Olly Dondokambey: Sulawesi Utara Sebagai Gerbang Utama Kawasan Asia Pasifik

Sebarr.com, Jakarta – Gubernur & Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey & Steven Kandow menyaksikan Penandatanganan Nota kesepahaman (MoU) KEK Bitung antara PT Membangun Sulut Hebat dan Consociate Jakarta Corporindo di acara puncak Sulut Expo (HUT 55 Provinsi Sulawesi Utara) Minggu (29/9/2019) di Smesco Convention Hall, Jakarta.

Gubernur Olly Dondokambey, menyambut baik setiap investor yang akan berinvestasi di Sulawesi Utara di berbagai bidang untuk mendorong percepatan pembangunan baik daerah setempat, maupun Indonesia pada umumnya.

“Kita harus optimis melihat kedepan, dan posisi gografis Sulawesi Utara sangat beruntung sebagai Gerbang Utama Kawasan Asia Pasifik,” kata Olly di Smesco Convention Hall, Jakarta.

“Pemerintah daerah mendukung penuh setiap kegiatan investasi, dan terus memberikan pelayanan terbaik,” tambah Olly.

Sementara Komisaris Utama PT MEMBANGUN SULUT HEBAT, Mixon Tilaar dan Direktur Utama Jeffrey Lungkan, didampingi Direktur Keuangan, James Sela, menjelaskan bahwa, 1 April 2019 yang lalu, Presiden Joko Widodo, telah meresmikan langsung dimulainya pembangunan dan pengembangan KEK Bitung.

Oleh sebab itu, dengan arahan pimpinan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Uatara, Gubernur Olly Dondokambey, maka kami terus berupaya untuk mendatangkan investor baik dari domestik maupun luar negeri.

“Untuk itu kami menjalin kesepakatan bersama dengan PT. CONSOCIATE JAKARTA CORPORINDO, untuk pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan KEK Bitung,” kata Mixon Tilaar.

Selanjutnya, Komisaris Utama PT. CONSOCIATE JAKARTACORPORINDO Revli Orelius Mandagie, didampingi Direktur Utama Timmy Warouw dan Board of Advisor Prof. Dr. Ir. Roy Sembel, MBA., menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sulawesi Utara, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur, serta seluruh jajarannya, yang terus mendukung kegiatan investasi di Sulawesi Uatara.

“Kami terus melakukan langkah-langkah srategis untuk sinergi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah untuk kelancaran pembangunan dan pengembangan KEK Bitung, terpadu dengan berbagai fasilitas sarana dan prasarana pendukung yang diperlukan,” kata Revli Mandagie.

Kami juga melakukan sinergi dengan berbagai pelaku bisnis dalam dan luar negeri untuk ikut serta secara langsung meramaikan KEK Bitung. Karena disamping pembangunan kawasan, yang menjadi prioritas adalah pembangunan pelabuhan baru sebagai Hub Internasional, disamping pengembangan pelabuhan yang sudah existing sekarang ini. jelasnya.

Selanjutnya, Revli menjabarkan, secara khusus kami telah menjajaki untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pelabuhan utama sebagai hub internasional, antara lain Port Singapore Authority (PSA), Hongkong, Taiwan, dan lain-lain yang akan terus bertambah sesuai perkembangan.

“Tanggal 11-12 September 2019 yang lalu, kami berkesempatan hadir dan memberikan presentasi dalam acara Belt & Road Summit 2019, di Hongkong. Animo para pelaku bisnis yang hadir sangat antusias, oleh sebab itu sedang direncanakan untuk mengundang para pelaku bisnis ini berkunjung secara langsung ke KEK Bitung dalam waktu dekat ini,” ucap Revli.

Untuk diketahui, KTT Belt & Road 2019 ini, dihadiri sedikitnya 6000 delegasi dari sekitar 65 negara merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai ajang pertemuan para pejabat tinggi pemerintah negara anggota, pimpinan perusahaan terkemuka dari berbagai sektor usaha.

Sebelumnya telah diberitakan, sebanyak 150 orang Delegasi Indonesia yang terdiri dari para pelaku bisnis, pejabat senior pemerintah Pusat hadir dalam acara KTT Belt and Road di Hongkong. Delegasi tersebut dikoordinir langsung oleh ketua harian International Reserach & Development (IRDI) Vincen Gowan.

Pejabat senior pemerintah Pusat dan Daerah, antara lain: Kementerian Perhubungan RI, Bapak Mochtar Riadi Pendiri / Chairman LIPPO Group, Gubernur Kalimantan Utara, dan beberapa Bupati/Walikota.

Komisaris Utama PT Consociate Corporindo Revli Orelius Mandagie yang hadir sebagai salah satu delegasi Indonesia mengatakan, Kehadiran delegasi Indonesia dalam KTT ini merupakan langkah positif, untuk menjemput bola agar para pelaku bisnis global mendapatkan informasi langsung, bahkan terjadi interaksi bisnis secara langsung antara delegasi Indonesia dengan para pemain utama bisnis global.

September 11, on Belt & Road Summit 2019 in Hongkong. Presentation about Infratructure Related Projects in North Sulawesi, Indonesia. Bitung International Hub Port as The Main Gate for Asia Pacific Rim

Secara khusus Provinsi Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Sulawesi Utara dan Bali merupakan daerah prioritas yang telah memiliki kerja sama bilateral dengan Pemerintah Tiongkok.

“Tidak mengherankan berbagai proyek yang ditawarkan dari daerah ini menjadi primadona, baik dibidang infrastruktur, pariwisata, industri strategis, perdagangan dan jasa lainnya,” kata Revli saat memaparkan berbagai peluang dan potensi investasi di Sulawesi Utara di Hongkong Convention Hall.

Untuk itu, kata Revli, kami hadir dengan membawa berbagai peluang dan potensi investasi di Sulawesi Utara, khususnya Pembangunan Kawasan Ekonimi Khusus (KEK), Bitung yang dikelola oleh PT. MEMBANGUN SULUT HEBAT, perseroan Dearah Provinisi Sulawesi Utara yang didorong secara khusus oleh Gubernur Olly Dondokambey, SE. untuk menggenjot pembangunan regional Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara menjadi Asia Pacific Gate Way (Gerbang Utama Asia Pasifik).

“Melalui KTT Belt dan Road dapat menyatukan pejabat senior pemerintah, perwakilan lembaga internasional, pemimpin bisnis, dan pakar industri dari negara di sepanjang dan di luar Belt and Road untuk bertukar pandangan tentang kerjasama multilateral dan mengeksplorasi peluang bisnis baru yang muncul dari Belt and Road Initiative,” tambahnya.

Facebook Comments