oleh

Dubes Djauhari Oratmangun Beberkan Teknologi Tiongkok di Seminar “Lets Talk Blockchain”

Sebarr.com, Jakarta – KBRI Beijing bekerja sama dengan Valdo Media Communication menyelenggarakan seminar bertajuk “Let’s Talk Blockchain” di Auditorium Telkom, Telkom Landmark Tower, Jakarta, pada 11 Desember 2019.

Seminar tersebut berhasil menarik minat lebih dari 300 peserta dari kalangan entrepreneur, asosiasi bisnis, akademisi, pegiat teknologi, serta sejumlah pejabat pemerintah pemangku kebijakan.

Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun, dalam sambutannya berbagi mengenai bagaimana ide untuk menyelenggarakan seminar tersebut lahir dari upayanya untuk membawa teknologi masa depan ke Indonesia berkaca dari perkembangan teknologi di Tiongkok.

“Sejumlah teknologi seperti cashless payment, Artificial Intelligence, 5G, Big Data, Internet of Things, cloud computing, termasuk blockchain mulai banyak diterapkan oleh Tiongkok.
Indonesia perlu mengejar ketertinggalan di bidang teknologi dengan memanfaatkan keunggulan demografi yang sedang dialami oleh Indonesia,” ungkap Djauhari Oratmangun.

Sementara Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa teknologi blockchain memiliki peluang yang sangat besar untuk dapat dimanfaatkan oleh Indonesia di berbagai bidang.

“Karakteristik blockchain yang penting adalah bagaimana teknologi tersebut memiliki kemampuan traceability untuk informasi dan data dari berbagai sektor di Indonesia termasuk pertanian, perikanan, manufakturing, keuangan, dll,” kata Mahendra.

Menurutnya, Inklusivitas menjadi kunci bagi penerapan teknologi yang mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara.
“Indonesia dengan demokrasi yang dinamis dan populasi yang muda membentuk lingkungan pendukung bagi ekosistem teknologi digital untuk mencapai potensi maksimal implementasi teknologi,” tegas Mahendra.

Dalam kesempatan tersebut, KBRI Beijing juga mengundang Mr. Sam Lee, Founder dan CEO Blockchain Center, yang memiliki pengalaman membangun ekosistem blockchain di berbagai negara seperti Australia, Uni Emirat Arab, Thailand, serta negara-negara lainnya. Sebanyak 14 blockchain center telah berdiri di seluruh penjuru dunia. Sam Lee menekankan pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah untuk membangun teknologi blockchain yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing negara.

Turut hadir pada seminar tersebut Bapak Firmansyah Lubis, Direktur Telekomunikasi – Kemenkominfo RI. Kemenkominfo RI saat ini tengah mendorong kemajuan teknologi dengan membangun infrastruktur digital di pelosok tanah air.

Antusiasme para peserta terlihat pada sesi panelis dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada Bapak Duta Besar RI Beijing, Sam Lee, serta perwakilan dari Asosiasi Blockchain Indonesia.

Seminar kali ini merupakan tonggak pertama bagi percakapan teknologi blockchain di Indonesia yang melibatkan pemerintah. Hal ini sejalan dengan perhatian yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo terhadap perkembangan teknologi serta generasi muda Indonesia yang akan menjadi generasi penggerak perekonomian bangsa di masa depan.

Ke depan, KBRI Beijing berencana untuk mengembangkan kerja sama awal yang menjadi hasil seminar tersebut. Diharapkan dalam waktu dekat, Indonesia akan memiliki blockchain center seperti negara-negara lainnya bahkan menyelenggarakan konferensi berskala internasional untuk penerapan teknologi blockchain.

Facebook Comments