oleh

Diplomasi Efektif Menuju Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang Produktif

Oleh: Gerry Hukubun

Sebarr.com, Jakarta – Peran diplomasi sebuah negara terhadap negara lain sangatlah penting dalam hubungan membangun hubungan diplomatik yang baik dan saling menguntungkan.

Peran ini berada tepat dipundak duta besar dan para diplomat yang ditugaskan si seluruh dunia. Sehingga duta besar diberi kewenangan penuh dalam dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara maksimal, Inipun yang mengapa duta besar itu disebut “yang mulia dan berkuasa penuh” yang artinya kebijakan, pernyataan dan tindakan apapun yang dilakukan oleh seorang duta besar itu sudah secara resmi atau official mewakili negaranya.

Dengan peran yang sangat penting, sudah barang tebtu tugas seorang duta besar seharusnya sangat besar dalam mempengaruhi iklan politik dan ekonomi negaranya asalnya.

Baru-baru ini presiden Jokowi dalam rapatnya bersama para duta besar dan kementerian luar negeri di kompleks istana kepresidenan di awal tahun 2020 mengimbau agar duta besar Indonesia di seluruh negara yang ditugaskan untuk menjadi duta investasi dan ekspor.

Presiden Jokowi menyadari bahwa selain pentingnya peran diplomasi dibidang politik, bidang ekonomi adalah sektor utama yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Apalagi dengan era digital yang begitu transparan dan cepat, menuntut kita untuk tidak kalah bersaing dengan negara-negara lain yang dengan cepat memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di negeri mereka.

Presiden menyadari bahwa seharusnya apabila peran diplomatik lebih ditingkatkan dan dioptimalkan lagi, maka seharusnya dampak pertumbuhan ekonomi dari luar negeri bisa lebih maju lagi dari sebelumnya.

Menurut hemat saya, salah satu cara agar dapat mengoptimalkan peran duta besar tersebut adalah jangan pernah terpaku dengan lingkungan tertentu. Duta besar sesungguhnya adalah jabatan karir dan juga jabatan politik. Sehingga seharusnya akan lebih mudah untuk orang-orang yang berpotensi dapat menjalankan fungsi sebagai duta investasi ekspor di negara yang diakreditasi.

Berbicara tentang kemampuan dalam menjadi seorang diplomat, semua orang mempunyai kesempatan untuk belajar dan menjadi seorang diplomat yang baik. Namun lebih dari itu, talenta seorang dalam menjalankan sebuah tugas yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, lebih cocok apabila orang tersebut mempunyai talenta dari sisi marketing dan memiliki jiwa enterpreneurship.

Tipe orang seperti ini, bukan tipe yang administratif melainkan produktif menjempu bola. Bukan tipe yang mengutamakan laporan tertulis melainkan mencari peluang secara lisan.

Jika seorang pemimpin yang talentanya lebih mengutamakan laporan pertanggungjawaban tertulis semata, cenderung tidak akan pandai dan lincah dalam menjalankan fungsi diplomasi menjemput peluang.

Dengan era teknologi yang transparan seperti ini, sudah saatnya presiden Jokowi lebih selektif dan mempertimbangkan agar memilih duta besar yang mempunyai jiwa enterpreneurship serta kemampuan marketing yang produktif, sehingga keinginan presiden agar duta besar itu menjadi efektif sebagai duta investasi dan ekspor di negara yang ditugaskan.

Karena menurut hemat saya seharusnya masih banyak negara-negara yang berpotensi yang dapat digali peluang dan dijalankan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menarik investasi dan membuka peluang ekspor dai Indonesia ke negara tersebut.

Faktanya adalah peran diplomasi, sebagian besar dimaknai hanya sebatas perwakilan negara asal ke negara uang di akreditasi yang fungsinya hanya untuk menjadi perwakilan dan belum sampai di tahapan menjemput bola dan menciptakan peluang investasi serta peluang mengekspor kebutuhan negara tersebut dari negara kita.

Semua tergantung dari para ujung tombak kita diluar sana. Karena mereka adalah seorang yang mulia dan mempunyai kuasa penuh untuk itu.

Penulis adalah Pengamat Ekonomi Politik dan Diplomasi Luar Negeri

Facebook Comments