Ditangani 10 Dokter, Suliyono Penyerang Gereja St Lidwina Mulai Belajar Jalan

Suliyono, pelaku penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, DIY, Minggu (11/2) pagi. Foto:medsos

Sebarr.com, Sleman – Kondisi kesehatan Suliyono, tersangka pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina Bedog, Sleman, kian stabil dan kini sudah mulai belajar jalan. Pelaku mendapat perawatan khusus 10 dokter dari tim Bhayangkara Polda DIY.

“Ada tim, dari dokter spesialis tulang, penyakit dalam, anestesi dan lainnya. Luka-luka mengering sudah dirawat,” kata Karumkit RS Bhayangkara Polda DIY Theresia Lindawati kepada wartawan, Selasa (13/2/2018).

Menurut Theresia, pelaku dirawat terpisah dari pasien lain dan mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian. Saat ini pelaku sudah bisa berkomunikasi.

Bahkan, kata Thersia, tersangka Suliyono sudah mulai berlatih berjalan. “Operasinya sudah selesai. Tensi 128/80, sudah bisa makan dan minum,” tegas dia, dilansir Solopos.

READ  Kapolri: Penyerang Gereja St Lidwina Pernah Gagal Jihad ke Suriah

Theresia menambahkan RS Bhayangkara Polda DIY hanya menangani kesehatan fisik pelaku, sedangkan untuk kesehatan jiwa pelaku akan ditangani Polda DIY.

Sebelumnya, tim Polda DIY sudah mulai memeriksa tersangka Suliyono sejak kemarin, begitu tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY selesai mengangkat peluru yang bersarang di kaki kanannya.

Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dhofiri mengatakan tim dokter RS Bhayangkara Polda DIY telah berhasil mengambil peluru di kaki pelaku. Polisi menembak kaki Suliyono karena melawan aparat saat kejadian penyerangan.

Tim penyidik juga memeriksa 11 saksi menelusuri kegiatan tersangka selama singgah di Yogyakarta dalam perjalanan dari Magelang, Jawa Tengah, untuk kembali ke Banyuwangi, Jawa Timur.

READ  Kisah Aiptu Munir Lumpuhkan Penyerang Gereja St Lidwina dalam Jarak 2 Meter

Menurut Dhofiri, selama berada di Yogyakarta tersangka menginap di masjid dan musala. “Hanya menginap saja. Rekaman CCTV-nya juga ada,” kata dia, dikutip dari Antara.

Dari tersangka, kepolisian telah menyita barang bukti berupa sebilah pedang yang digunakan untuk melakukan penyerangan dan dokumen ijazah yang ada di tas pelaku.

Untuk diketahui, tersangka Suliyono datang membawa senjata tajam ke Gereja Santa Lidwina Bedok, Jalan Jambon, Sleman, Minggu, saat misa pagi pukul 07.45 WIB. Warga Banyuwangi itu mengamuk sehingga melukai empat orang, termasuk seorang pastor.