KPK Emosi Adrianus Bilang Novel Tidak Koorporatif

Penyidik Senior KPK Novel Baswedan. Foto:net

Sebarr.com, Jakarta – KPK mengungkapkan keberatan terhadap pernyataan komisioner Ombudsman Adrianus Meliala yang menyebut Novel Baswedan tidak kooperatif dalam memberikan keterangan kepada polisi.

“Kami keberatan sekali dengan pernyataan seperti itu ya, jangan sampai kemudian korban yang justru diberikan beban untuk membuktikan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Febri beralasan saat ini Novel tengah menjalani perawatan di Singapura pasca diserang dengan menggunakan air keras pada 11 April 2017.

“Novel itu korban dan sampai sekarang 10 bulan dia masih menjalani perawatan operasi berulang, terpisah dengan keluarga tetapi justru sekarang seolah-olah ada pihak yang mengatakan karena Novel lah pengungkapan perkara ini tidak bisa dilakukan,” tutur dia, dikutip Antara.

READ  Kasus BLBI, Kwik Diperiksa KPK Terkait Kebijakannya Saat Jabat Menko

Menurut Febri, pernyataan itu merupakan kekeliruan yang sangat mendasar jika berpikir tentang proses investigasi sebuah tindak pidana. “Jadi, kami keberatan dan kami sangat sayangkan pernyataan tersebut,” ujar mantan aktivis ICW itu.

KPK juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polda Metro Jaya untuk membicarakan hal-hal yang sifatnya teknis yang dapat dilakukan oleh pihak Polda Metro Jaya.

“Intinya, jangan bebankan proses pembuktian pada korban. Kalau korban yang harus membuktikan maka itu sama saja kita melemparkan tanggung jawab pada korban,” tandas Febri.

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017. Namun, 10 bulan pascapenyerangan itu, pelaku penyerangan belum juga terungkap.